Cucu Saksikan Kakeknya Dianiaya Sekelompok Orang hingga Tewas

Ade Putra, Jurnalis · Kamis 15 Februari 2018 02:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 15 340 1859805 cucu-saksikan-kakeknya-dianiaya-sekelompok-orang-hingga-tewas-u33U4Y9unG.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

PONTIANAK – Rabu (14/2/2018) siang, mungkin menjadi hari bersejarah yang paling pahit bagi Muhammad Luhut. Betapa tidak, bocah 14 tahun itu menyaksikan langsung kakeknya, Rd, tewas dianiaya sejumlah orang menggunakan senjata tajam (sajam), di Pasar Tradisional Flamboyan, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

"Kakek saya meninggal dikeroyok belasan orang. Saya melihat kakek saya dibacok, tak ada yang berani menolong," kata Luhut kepada sejumlah wartawan ditemui di RS Kharitas Bakti ketika menunggu jasad kakeknya.

Sebelum lelaki yang kesehariannya sebagai petugas keamanan di Pasar Flamboyan ini tewas, dia memang sempat mempunyai permasalahan dengan sekelompok orang di Pasar Flamboyan. Untuk menyelesaikan masalah itu, warga 65 tahun asal Pontianak Barat ini mengikuti pertemuan di pasar tersebut.

Saat pertemuan itu berlangsung, sekelompok orang di hadapannya kemudian mengeluarkan sajam. Oleh Rd yang merasa terancam, juga mengambil sajam sehingga terjadi keributan. "Kakek tadi lagi ikut rapat, kemudian orang-orang itu mengeluarkan senjata tajam. Kakek saya kemudian lari dan dikejar ramai-ramai. Kakek kemudian dikeroyok," tuturnya.

Memang, Luhut tak tahu persis permasalahan yang menewaskan kakeknya. Dia pun tidak mengenali pembunuh kakeknya. Dia cuma ingat wajah-wajah pelaku yang diketahuinya bergabung dengan kelompok Hm. "Setelah membunuh kakek, mereka lari semua. Saya melihat langsung kejadian itu," kisah Luhut.

Setelah keributan selesai, warga baru berani mendekat dan melarikan Rd yang bersimbah darah itu ke RS Kharitas Bhakti di Jalan Siam untuk diselamatkan. Namun sayang, takdir berkata lain. Rd tewas dalam perjalanan. Pihak keluarga dan rekannya, hanya bisa meratapi kepahitan ini.

Dari informasi yang beredar, keributan ini dipicu dengan adanya rencana pergantian pengurusan asosiasi pasar. Mengetahui kejadian ini, tim Sat Reskrim Polresta Pontianak turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan dan identifikasi.

"Kita sudah ke lokasi. Kemudian kita ke rumah sakit untuk melihat kondisi korban. Korban mengalami luka parah di bagian tangan dan kepala," kata Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husni Ramli, saat ditemui di RS Kharitas Bhakti.

Hasil penyelidikan akhirnya membuahkan hasil. Identitas para palaku kemudian diketahui, yakni Hm dan anaknya, Tf serta menantunya, Kl. Mereka sekeluarga kemudian diamankan di kediamannya, Jalan Gaya Baru, Kecamatan Pontianak Timur.

"Mereka ini statusnya terperiksa. Saat ini mereka sedang mejalani pemeriksaan lebih lanjut. Untuk penyebab keributan ini, kita masih mengumpulkan bukti-bukti, sehingga belum dapat kami sampaikan. Saksi-saksi juga kita arahkan untuk datang," pungkas Husni.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini