nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Marak Berita Hoax, Rektor ITB: Mahasiswa Jangan Mudah Termakan Isu

Shara Nurachma, Jurnalis · Minggu 18 Februari 2018 12:20 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 15 65 1859802 marak-berita-hoax-rektor-itb-mahasiswa-jangan-mudah-termakan-isu-atFiHcq2gT.jpg Foto: Vulcanpost

JAKARTA - Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Kadarsah Suryadi mengatakan di samping banyaknya sisi positif yang bisa didapat, media sosial juga memiliki dampak negatif. Ia mengimbau masyarakat, khususnya mahasiswa sebagai generasi muda yang mampu menjadi penegak bangsa, harus kristis terhadap informasi yang diterima dan juga terhadap isu-isu yang sedang berkembang di sekitar.

Saat ini, sambung dia, banyak informasi palsu dan provokatif yang sengaja disebarkan di media sosial dengan tujuan untuk bisa menjadi pemecah belah bangsa.

“Jangan mudah termakan isu-isu yang tidak jelas. Bertindak dewasa dalam menyikapi berbagai macam informasi yang beredar melalui media sosial ataupun media lainnya,” kata Rektor ke-16 ITB ini, seperti dilansir laman dari laman Antara.

Prof. Kadarsah juga mengatakan perlu sikap hati-hati dan kritis untuk menanggapi informasi yang diterima agar keutuhan masyarakat dan bangsa tetap terjaga. Tentu, mengamankan negara dari ancaman perpecahan adalah tanggungjawab seluruh masyarakat Indonesia.

Peran pemerintah juga sangat dibutuhkan untuk mendidik masyarakat agar tak mudah terperdaya berita palsu yang marak beredar. Pemerintah harus tegas memberi sanksi dan aturan yang jelas agar berita palsu dan provokatif yang bisa memecah belah kesatuan negara tidak lagi tersebar luas di media sosial seperti yang terjadi akhir-akhir ini. Peraturan tersebut juga harus disosialisasikan agar masyarakat tahu dan mengerti apa yang dimaksudkan di dalamnya.

“Jangan mudah larut dalam suatu isu yang akan membawa pada sesuatu yang tidak menguntungkan bagi kita, terutama bagi bangsa ini. Karena tanpa kita sadari, banyak bangsa di luar sana yang justru akan merasa bahagia bila bisa melihat negara Indonesia ini tidak lagi aman,” tuturnya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini