nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PM Malaysia Meriahkan Perayaan Imlek di Kuala Lumpur

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Jum'at 16 Februari 2018 16:06 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 16 18 1860495 pm-malaysia-meriahkan-perayaan-imlek-di-kuala-lumpur-TQ2KToP5Au.jpg PM Malaysia, Najib Razak, menghadiri perayaan Imlek di Wisma MCA, Kuala Lumpur (Foto: The Star)

KUALA LUMPUR – Perdana Menteri (PM) Malaysia, Datuk Seri Najib Tun Razak, menjadi tamu istimewa dalam perayaan Hari Tahun Baru Imlek di Wisma Asosiasi Keturunan Tionghoa (MCA). Ketua Partai UMNO itu hadir dalam perayaan yang digelar oleh Partai MCA di Kuala Lumpur.

PM Najib Razak tiba sekira pukul 09.45 waktu setempat beserta istrinya, Datin Seri Rosmah Mansor. Keduanya disambut dengan gembira oleh Ketua Partai MCA, Datuk Seri Liow Tiong Lai, dan Wakil Ketua Datuk Seri Doktor Wee Ka Siong, serta jajaran petinggi lainnya.

Melansir dari The Star, Jumat (16/2/2018), PM Najib Razak sempat menyiram sebatang pohon bonsai di atas panggung sebagai simbol pertumbuhan serta kekuatan bangsa dan negara Malaysia. Liow Tiong Lai lantas mempersembahkan pohon bonsai itu sebagai hadiah Tahun Baru Imlek bagi sang perdana menteri.

Turut hadir dalam acara tersebut adalah Wakil Perdana Menteri (PM) Datuk Seri Doktor Ahmad Zahid Hamidi serta beberapa petinggi lainnya seperti Presiden Partai Gerakan, Datuk Seri Mah Siew Keong; Presiden MIC, Datuk Seri S. Subramaniam; dan Presiden PPP, Tan Seri M. Kayveas.

Masyarakat pun mulai memadati kawasan Wisma MCA di Jalan Ampang, Kuala Lumpur, mulai pukul 08.00 waktu setempat. Secara teratur mereka menyalami para petinggi Partai MCA serta warga Malaysia lain yang merayakan Tahun Baru Imlek.

BACA JUGA: Tahun Baru Imlek, PM Malaysia Puji Kontribusi Etnis Tionghoa

Pada Kamis 15 Februari, Najib Razak mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek dengan memuji peran komunitas keturunan China di negaranya. Pria berkacamata itu menyebut etnis Tionghoa mempunyai peran penting dalam membangun Negeri Jiran sejak kemerdekaan.

Ia menambahkan, festival-festival keagamaan dan kebudayaan menjadi saat-saat menyenangkan tidak hanya bagi komunitas tertentu, tetapi juga dirayakan oleh semua masyarakat Malaysia. Ia yakin harmonisasi yang terbentuk menjadi semangat yang sebenarnya dari Malaysia bersatu.

“Mungkin makanan, kebudayaan, dan tawa yang menyatukan kita dalam perayaan seperti Tahun Baru. Tetapi saya yakin itu sudah mendarah daging sejak kemerdekaan Malaysia. Kita hidup harmonis tanpa memandang ras dan kepercayaan. Itu sudah menjadi cara hidup serta ikatan di antara kita,” kata Najib Razak.

Tahun Baru Imlek, menurut Najib Razak, adalah pengingat yang sempurna bahwa banyak kebudayaan serta kepercayaan di Malaysia yang merupakan identitas bangsa saat ini. Asimilasi budaya yang beragam itu menjadikan Malaysia terlihat unik, segar, dan dinamis.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini