Image

OTT Bupati dan DPRD Lampung Tengah, KPK Sita Uang Rp1,16 Miliar

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 16 Februari 2018 01:42 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 16 337 1860377 ott-bupati-dan-dprd-lampung-tengah-kpk-sita-uang-rp1-16-miliar-3VL58dXmG5.jpg Pihak yang terjaring OTT di Lampung Tengah tiba di KPK. (Foto: Arie Dwi Satrio/Okezone)

JAKARTA - Tim Satuan Tugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang sebesar Rp1,16 miliar sa‎at menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Lampung dan Jakarta. Uang tersebut diduga untuk memuluskan persetujuan pinjaman daerah pada APBD Kabupaten Lampung Tengah tahun anggaran 2018.‎

"Selain mengamankan uang Rp1 miliar dan Rp160 juta, tim juga mengamankan sejumlah dokumen terkait persetujuan pinjaman daerah," kata Wakil Ketua KPK, Laode M Syarief di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (15/2/2018).

‎Diketahui, uang tersebut disita dari dua lokasi dengan rincian Rp160 juta disita dari kediaman seorang PNS, SNW, di Lampung. Sedangkan uang Rp1 miliar diamankan di kardus dalam mobil seorang pihak swasta berinisial ADK.

Selain menyita uang, KPK juga mengamankan 19 orang dalam operasi senyap di Jakarta dan Lampung. 19 orang tersebut yakni,‎ Bupati Lampung Tengah, Mustafa; Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah, J Natalius Sinaga, dan empat anak buahnya yaitu, Rusliyanto, ZA, RR, dan IK.

Kemudian, tim juga mengamankan pihak lainnya yakni, Kepala Dinas Bina Marga Lampung Tengah, Taufik Rahman; Sekwan DPRD Lampung Tengah berinisial S; Kabid PUPR, ADR; kontraktor, N; dua pihak swasta A dan ADK; tiga PNS, K, SNW dan AAN; staf PUPR, I; serta satu ajudan dan dua sopir.

KPK pun telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus ‎suap persetujuan pinjaman daerah pada APBD Kabupaten Lampung Tengah tahun anggaran 2018. Ketiga tersangka terebut yakni, Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah, J Natalis Sinaga, anggota DPRD Lampung Tengah, Rusliyanto dan Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Lampung Tengah, Taufik Rahman.

Sementara Bupati Lampung Tengah, Mustafa masih akan dilakukan pemeriksaan lanjutan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, pada malam hari ini. Hingga kini, status Mustafa masih sebagai terperiksa.

(Baca Juga: KPK Beberkan Kronologi OTT Bupati Lampung Tengah)

Sebagai pihak yang diduga pemberi suap, ‎Taufik disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan, pihak yang diduga penerima suap, ‎Natalis dan Rusliyanto disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.‎

(Baca Juga: Cheese Jadi Kode Suap dalam Kasus Persetujuan Pinjaman Daerah Lampung Tengah)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini