Image

Kena OTT Saber Pungli, Kades Kalisongo Malang Jadi Tersangka

Avirista Midaada, Jurnalis · Jum'at 16 Februari 2018 02:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 16 519 1860379 kena-ott-saber-pungli-kades-kalisongo-malang-jadi-tersangka-3wYFmKWTTt.jpg Kades Kalisongo di Malang ditetapkan tersangka terkait pungli. (Foto: Avirista Midaada/Okezone)

MALANG – Usai dilakukan operasi tangkap tangan (OTT) oleh Tim Saber Pungli, Kepala Desa (Kades) Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Kades Kalisongo Siswanto (48) ditangkap tim Saber Pungli di Balaidesa Kalingsongo, Kecamatan Dau pada Rabu siang sekitar pukul 14.00 WIB.

Menurut Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, setelah diperiksa intensif di kepolisian hingga pukul 23.30 WIB, Kades Siswanto akhirnya diterapkan sebagai tersangka oleh Polres Malang dan langsung ditahan polisi.

"Hingga sampai malam kita lakukan pemeriksaan. Tiga saksi juga sudah kita periksa. Ini kita masih terus melakukan pengembangan penyidikan," ujar Kapolres saat rilis Kamis siang (15/2/2018) di Mapolres Malang.

Pihak Saber Pungli mendapat laporan sehingga menindaklanjuti dengan melakukan pengintaian. Pelaku akhirnya diamankan usai menerima uang sebesar Rp 27,5 juta terkait proses kepengurusan izin pendirian bangunan dan Izin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPPT).

"Dalam OTT di kantor desa inilah kita menangkap pelaku serta barang bukti pembayaran uang bagi pelicin perizinan pembuatan perumahan kepada Kades Kalisongo," ujarnya.

(Baca Juga: Terima Uang Rp 120 Juta, Kades Kalisongo Malang Diamankan Saber Pungli)

Dari barang bukti OTT, tim Saber Pungli mengamankan uang sebesar Rp 7,5 juta yang menjadi bagian dari pembayaran termin ketiga. Sebelumnya, Kades Kalisongo tersebut telah menerima pembayaran sebanyak dua kali, dengan nominal yang sama yakni Rp 10 juta.

Total uang pelicin yang diterima Kades Kalisongo adalah Rp 27,5 juta dengan cara diberikan langsung cash tanpa melalui transfer. Dari permintaannya kepada pihak pengembang perumahan sejumlah Rp 140 juta.

"Kita amankan juga beberapa dokumen dan ponsel terkait persoalan ini serta tanda tangan bersangkutan," ujar Ujung.

Kasus uang pelicin untuk mendirikan perumahan di Kecamatan Dau yang memiliki luas areal 2 hektar ini, baru sekitar 5.000 meter yang diajukan.

Akibat perbuatannya, Kades Kalisongo terancam mendekam di penjara, dengan dijerat Pasal 12 E subsider Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Tindak Pidana Korupsi.

MALANG – Usai dilakukan operasi tangkap tangan (OTT) oleh Tim Saber Pungli, Kepala Desa (Kades) Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. 

 

Kades Kalisongo Siswanto (48) ditangkap tim Saber Pungli di Balaidesa Kalingsongo, Kecamatan Dau pada Rabu siang sekitar pukul 14.00 WIB.

 

Menurut Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, setelah diperiksa intensif di kepolisian hingga pukul 23.30 WIB, Kades Siswanto akhirnya diterapkan sebagai tersangka oleh Polres Malang dan langsung ditahan polisi. 

 

"Hingga sampai malam kita lakukan pemeriksaan. Tiga saksi juga sudah kita periksa. Ini kita masih terus melakukan pengembangan penyidikan," ujar Kapolres saat rilis Kamis siang (15/2/2018) di Mapolres Malang. 

 

Pihak Saber Pungli mendapat laporan sehingga menindaklanjuti dengan melakukan pengintaian. Pelaku akhirnya diamankan usai menerima uang sebesar Rp 27,5 juta terkait proses kepengurusan izin pendirian bangunan dan Izin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPPT). 

 

"Dalam OTT di kantor desa inilah kita menangkap pelaku serta barang bukti pembayaran uang bagi pelicin perizinan pembuatan perumahan kepada Kades Kalisongo," ujarnya. 

 

Dari barang bukti OTT, tim Saber Pungli mengamankan uang sebesar Rp 7,5 juta yang menjadi bagian dari pembayaran termin ketiga. Sebelumnya, Kades Kalisongo tersebut telah menerima pembayaran sebanyak dua kali, dengan nominal yang sama yakni Rp 10 juta. 

 

Total uang pelicin yang diterima Kades Kalisongo adalah Rp 27,5 juta dengan cara diberikan langsung cash tanpa melalui transfer. Dari permintaannya kepada pihak pengembang perumahan sejumlah Rp 140 juta. 

 

"Kita amankan juga beberapa dokumen dan ponsel terkait persoalan ini serta tanda tangan bersangkutan," ujar Ujung.

 

Kasus uang pelicin untuk mendirikan perumahan di Kecamatan Dau yang memiliki luas areal 2 hektar ini,  baru sekitar 5.000 meter yang diajukan. 

 

Akibat perbuatannya, Kades Kalisongo terancam mendekam di penjara, dengan dijerat Pasal 12 E subsider Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Tindak Pidana Korupsi. 

 

 

 

 

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini