nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tangan Diikat dan Mulut Dilakban, Ayah Tiri Sekap Bocah 4 Tahun di Hotel

Bramantyo, Jurnalis · Minggu 18 Februari 2018 08:17 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 18 512 1861025 tangan-diikat-dan-mulut-dilakban-ayah-tiri-sekap-bocah-4-tahun-di-hotel-o86z7JGPyT.jpg Ilustrasi

SOLO - Entah motif apa dibenak seorang pria yang diketahui bernama Dedi alias Leo Wie Wie (32) warga Kampung Krendang RT 001/ RW 007, Kelurahan Duri Utara, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat (Jakbar) hingga tega menyekap seorang bocah berinisia P (4) di sebuah hotel yang ada dikawasan jalan RM Said, Punggawan, Banjarsari, Solo.

Selain disekap selama 3 hari, ironisnya, P itu ternyata anak tiri dari Dedi. Belum diketahui motif penyekapan yang dilakukan Dedi. Namun Dedi saat diintrograsi mengaku bila dirinya tidak melakukan penyekapan.

Karena nakal saat hendak diajak nonton lampion imlek, dirinya tepaksa menaruh P dihotel sambil mulut dilakban serta tangan dan kakinya diikat.

Kapolsek Banjarsari, Solo, Kompol I Komang Sarjana mengatakan, terungkapnya penyekapan ini berawal dari laporan salah satu pegawai hotel yang curiga saat mendengar adanya teriakan dan kegaduhan dari kamar nomer 11. Setelah meyakinkan adanya kejanggalan, pegawai hotel itupun langsung melaporkanya pada polisi.

"Begitu dapat laporan, anggota kami pun langsung meluncur ke hotel tersebut. Dengan diantar petugas hotel, kami pun langsung mengecek kamar. Dan benar juga di dalam kamar ada seorang disekap. Mulut korban dilakban dan tangan diikat tali rafia," papar Komang, Sabtu (17/2/2018).

Tak hanya korban, di dalam kamar itu pun ada seorang laki-laki diduga juga pelaku penganiayaan terhadap korban bernama Iwan Winardi alias Iwan bin Loe Wie Wie (22).

Saat ditanyakan, Iwan mengaku adik dari Dedi. Dan ditugaskan untuk menyekap korban. Dari keterangan Iwan inilah Polisi akhirnya menangkap Dedi yang tak lain ayah tiri dari korban.

"Dedi berperan menyuruh Iwan adiknya ini untuk menyekap korban di hotel selama tiga hari. Pengakuan sementara korban katanya nakal," terangnya.

Korban saat ini dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan medis. korban mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya akibat dianiaya selama disekap di hotel oleh para pelaku.

Karena perbuatannya itu, pelaku dijerat Pasal 77 Jo Pasal 80 Ayat (2) Undang-Undang RI No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan atau denda paling banyak Rp 100 juta.

"Masih kita telusuri motifnya. Tapi sebelum menyekap korban, mereka ternyata sudah kost di Solo selama dua bulan," pungkasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini