nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

China Geram Jempol Patung Terakota Dicuri Warga AS

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Senin 19 Februari 2018 14:22 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 19 18 1861469 china-geram-jempol-patung-terakota-dicuri-warga-as-DnUiCP4j22.jpg Ilustrasi patung terakota (Foto: AFP)

BEIJING – Otoritas China marah besar setelah mengetahui jempol tangan milik sebuah patung prajuritnya yang terbuat dari tanah liat hilang dicuri. Patung Pasukan Terakota berusia 2.000 tahun itu dipamerkan di Philadelphia, Amerika Serikat (AS).

Patung senilai 4,5 juta dolar AS (setara Rp60,1 miliar) itu hanya satu dari 10 benda serupa yang dipinjamkan ke Franklin Institute di Philadelphia. Pekan lalu, pelaku bernama Michael Rohana sudah didakwa melakukan pencurian karya seni meski akhirnya dibebaskan dengan jaminan.

Menurut dokumen pengadilan, pria berusia 24 tahun itu hadir di sebuah acara yang digelar Franklin Institute pada 21 Desember 2017. Rohana tiba-tiba masuk ke bagian pameran Pasukan Terakota yang saat itu ditutup. Pelaku masuk dengan bantuan sinar lampu telefon seluler (ponsel) dan sempat berswafoto.

Michael Rohana kemudian menaruh tangannya di salah satu patung dan tidak sengaja mematahkan sesuatu. Patahan itu ditaruhnya di kantung dan dia segera pergi. Staf museum baru mengetahui ibu jari patung hilang pada 8 Januari. Biro Investigasi Federal (FBI) berhasil melacak Michael Rohana. Kepada penyidik FBI, ia mengaku sudah menyimpan jempol patung di sebuah meja gambar miliknya.

Direktur Pusat Promosi Warisan Budaya Shaanxi, Wu Haiyun, mengecam keras kelalaian pihak Franklin Institute selama menjaga barang pinjamannya. Ia meminta agar pemerintah atau otoritas terkait di AS menjatuhkan sanksi berat terhadap Michael Rohana.

“Kami meminta agar AS menghukum berat pelaku. Kami sudah mengajukan protes serius kepada mereka,” ujar Wu Haiyun, sebagaimana diwartakan BBC, Senin (19/2/2018). Pusat Promosi Warisan Budaya Shaanxi merupakan organisasi yang dikelola pemerintah China yang meminjamkan patung tersebut.

Wu Haiyun menambahkan, lembaganya akan mengirimkan dua orang ahli untuk menilai kerusakan serta memperbaiki patung tersebut. China juga disebutnya akan meminta kompensasi atau ganti rugi atas kerusakan tersebut.

Sepuluh patung yang dipinjamkan itu adalah bagian dari sekira 8.000 patung berukuran manusia yang membentuk Pasukan Terakota. Patung tersebut dibangun oleh Kaisar Qin Shi Huang dan dipercaya akan melindunginya di alam baka. Patung Pasukan Terakota baru ditemukan pada 1974 di Provinsi Xi’an oleh sekelompok petani.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini