Berita Gaji TKI Tidak Dibayar Jadi Viral, Kemlu Upayakan Penyelesaian

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Selasa 20 Februari 2018 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 20 18 1862047 berita-gaji-tki-tidak-dibayar-jadi-viral-kemlu-upayakan-penyelesaian-alfBbswmhy.jpeg Pejabat KJRI Penang, Iwanshah Wibisono, bertemu dengan Petronela Nahak di rumah majikannya di Penang, Malaysia (Foto: Istimewa)

JAKARTA – Kabar mengenai gaji seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) bernama Ida Nahak di Penang, Malaysia, yang tidak dibayarkan majikannya menjadi viral di media sosial (medsos). Pihak Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Penang langsung melakukan upaya terhadap TKI asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), itu.

Pihak KJRI Penang langsung berkoordinasi dengan Kepolisian Pulau Penang dan mendatangi rumah majikan yang dimaksud. Saat ditemui di rumah majikannya, Ida Nahak, yang belakangan diketahui memiliki nama asli Petronela Nahak (PT), dalam keadaan sehat dan aman. Ia lantas dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Dari keterangan yang diperoleh diketahui bahwa PT berangkat ke Malaysia tahun 2009 dan bekerja secara legal. PT mengaku tidak mengalami kekerasan fisik apa pun. Namun demikian PT mengaku tidak dibayar gaji dan tidak diijinkan pulang. Kepolisian masih akan melakukan pendalaman terhadap dua pengakuan tersebut,” terang Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhammad Iqbal, dalam pesan singkat kepada Okezone, Selasa (20/2/2018).

Ida Nahak alias Petronela Nahak diberitakan sedang mengalami masalah dalam pekerjaanya dan meminta bantuan Perwakilan RI untuk membantu. Dalam berita yang sempat viral di medsos tersebut, Ida Nahak diberitakan tidak diijinkan pulang selama tujuh tahun dan tidak dibayarkan gajinya. PT sudah dibawa ke shelter KJRI Penang sambil menunggu penyelesaian kasusnya okeh KJRI.

“Hari ini kami akan bertemu agen perekrut untuk menyelesaikan hak-hak yang bersangkutan,” ungkap Neni Kurniawati, diplomat wanita anggota Tim Perlindungan WNI KJRI Penang yang menangani langsung kasus ini.

Lalu Muhammad Iqbal mengimbau kepada masyarakat agar melapor ke hotline Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri (di nomor +62 812 900 700 27) jika menemukan kasus serupa, tidak hanya dijadikan viral di medsos. Dengan demikian, pihak Kementerian Luar Negeri dapat segera memberikan pertolongan yang dibutuhkan.

"Jika seorang WNI menghadapi masalah di luar negeri yang dibutuhkan pasti pertolongan secepatnya. Jadi segera adukan atau laporkan kepada kami dengan informasi sedetail mungkin,” ucap Iqbal.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini