Indonesia Tekan Malaysia Tangani Isu TKI dengan Baik

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Kamis 22 Februari 2018 13:10 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 22 18 1863096 indonesia-tekan-malaysia-tangani-isu-tki-dengan-baik-B63oYgxqSd.jpg Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir (Foto: Wikanto Arungbudoyo/Okezone)

JAKARTA - Indonesia menyatakan akan mengikuti setiap proses peradilan terhadap majikan tenaga kerja (TKI) bernama Adelina yang tewas pada 10 Februari di Malaysia. Proses persidangan saat ini baru masuk pada tahap pembacaan tuntutan.

Selain itu, Indonesia mengirimkan nota diplomatik kepada Malaysia agar Negeri Jiran mampu mencegah kejadian yang menimpa Adelina Jemira Sau tidak terulang. Jakarta juga meminta agar pemerintah Kuala Lumpur dengan secara tegas dan serius menyelesaikan kasus tersebut agar pelaku dihukum sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kami mengirim nota diplomatik agar Malaysia segera mengambil langkah termasuk membahas dengan kita untuk mencegah terjadinya kembali hal seperti ini dan meningkatkan perlindungan seluruh TKI kita, memastikan agar hak-haknya dipenuhi, dan tidak ada lagi kejadian hak tidak diberikan," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir, pada press briefing mingguan, di Jakarta, Kamis (22/2/2018).

Pria yang akrab disapa Tata itu menambahkan, Indonesia memberi tekanan kepada Malaysia agar mengambil langkah penindakan terhadap para majikan yang mempekerjakan TKI ilegal. Hal itu dimaksudkan agar kejadian terhadap Adelina Jemira Sau tidak terulang lagi.

"Kita sudah meminta pemerintah Malaysia untuk menangani isu TKI ini dengan baik. Kita juga meminta untuk membahas langkah-langkah apa yang bisa dilakukan bersama kedua negara untuk mencegah. Kita tekan malaysia mengimplementasikan langkah-langkah pencegahan," imbuh Arrmanatha Nasir.

Sebagaimana diberitakan, Adelina Jemira Sau meninggal dunia setelah dirawat selama satu hari akibat luka di sekujur tubuhnya. Perempuan asal Nusa Tenggara Timur itu sebelumnya diduga disiksa oleh majikannya dan disuruh untuk tidur dengan anjing peliharaan di beranda rumah.

(Baca Juga: Didakwa Pasal Pembunuhan, Majikan TKI Adelina Terancam Hukuman Mati)

Adelina diketahui masuk ke Malaysia untum bekerja di rumah tersebut secara ilegal. Perempuan berusia 26 tahun itu diyakini menjadi korban dari perdagangan manusia. Sebab, ia sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya setelah didatangi orang yang menawarkan pekerjaan di Malaysia.

Hingga saat ini, dua orang sudah didakwa atas kematian Adelina. Perempuan bernama M.A.S Ambika dijatuhi dakwaan pembunuhan oleh pengadilan di Bukit Mertajam, Malaysia. Perempuan berusia 59 tahun itu terancam maksimal hukuman mati sesuai dengan Pasal 302 KUHP Malaysia.

(Baca Juga: Kompensasi bagi Keluarga TKI Adelina Sudah Dibayarkan)

Sementara itu, putrinya yang bernama R. Jayavartiny, didakwa melanggar pasal 55B Pakta Imigrasi 1959/63 karena mempekerjakan tenaga kerja asing ilegal. Perempuan berusia 32 tahun terancam hukuman denda antara 10-50 ribu ringgit (setara Rp35-175 juta) atau maksimal 12 bulan penjara jika terbukti bersalah.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini