Kemlu: Kasus TKI Jangan Diviralkan, tetapi Dilaporkan

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Kamis 22 Februari 2018 13:35 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 22 18 1863112 kemlu-kasus-tki-jangan-diviralkan-tetapi-dilaporkan-vz2yzG2ZPc.jpg Ilustrasi (dok. Okezone)

JAKARTA – Di tengah kasus kematian tenaga kerja Indonesia (TKI) bernama Adelina Jemira Sau, muncul kasus lainnya yakni tenaga kerja bernama Petronela Nahak yang gajinya tidak dibayar selama bertahun-tahun. Kasus yang menimpa perempuan asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), itu sempat menjadi viral di media sosial.

BACA JUGA: Didakwa Pasal Pembunuhan, Majikan TKI Adelina Terancam Hukuman Mati

Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, mengimbau agar masyarakat melaporkan kepada pihak Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri jika mengetahui ada kasus yang menimpa TKI. Hal itu lebih baik daripada hanya sekadar menjadikannya viral.

“Saya mengimbau kepada masyarakat agar apabila menerima hal-hal itu dari media sosial justru yang harus dilakukan adalah berkomunikasi dengan hotline Kementerian Luar Negeri sehingga langkah cepat bisa diambil,” ujar Arrmanatha Nasir dalam press briefing mingguan, Kamis (22/2/2018).

“Mental kita harus berubah. Jangan justru ingin memviralkan karena yang diviralkan justru tidak terbantu. Apabila ada situasi seperti ini jangan diviralkan, tetapi hubungi hotline PWNI atau langsung ke Kementerian Luar Negeri,” imbuh pria yang akrab disapa Tata itu.

Imbauan serupa dikeluarkan oleh Direktur PWNI Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal. Ia meminta agar masyarakat melapor dengan menghubungi hotline (di nomor +62 812 900 700 27) beserta detail kasus yang dialami agar segera dapat memberikan pertolongan yang dibutuhkan.

BACA JUGA: Indonesia Tekan Malaysia Tangani Isu TKI dengan Baik 

BACA JUGA: Berita Gaji TKI Tidak Dibayar Jadi Viral, Kemlu Upayakan Penyelesaian

Sebagaimana diberitakan, pihak Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Penang langsung berkoordinasi dengan Kepolisian Pulau Penang dan mendatangi rumah majikan yang dimaksud. Perwakilan RI langsung membantu dan dibawa ke shelter KJRI Penang sambil menunggu penyelesaian kasusnya oleh pihak KJRI.

“Kami akan membantu 100% untuk mengejar kepada agennya agar semua haknya diperhatikan,” ujar Arrmanatha.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini