nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dubes Swiss di Malaysia Turut Bersuara Soal Kasus TKI Adelina

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 22 Februari 2018 17:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 22 18 1863219 dubes-swiss-di-malaysia-turut-bersuara-soal-kasus-tki-adelina-R1Hmogtcoa.jpg Adelina meninggal dunia setelah dirawat di Rumah Sakit Bukit Mertajam. (Foto: The Star)

KUALA LUMPUR - Duta Besar Swiss untuk Malaysia, Michael Winzap turut bersuara terkait kasus penganiayaan terhadap pekerja rumah tangga (PRT) di Negeri Jiran. Dengan mencontohkan kasus yang terjadi pada tenaga kerja Indonesia (TKI) Adelina Jemira Sau, Winzap mempertanyakan mengapa kasus serupa masih ada di Malaysia tanpa mendapatkan hukuman.

BACA JUGA: Didakwa Pasal Pembunuhan, Majikan TKI Adelina Terancam Hukuman Mati

"Hanya ada sedikit protes mengenai perempuan itu (Adelina), dari publik mau pun politisi," kata Winzap dalam acara perilisan Laporan Hak Asasi Negara-negara Internasional 2017/2018 di Kuala Lumpur sebagaimana dilansir Asian Correspondent, Kamis (22/2/2028).

Dalam laporan yang dirilis oleh Amnesty International tersebut, kasus mengenai penganiayaan PRT yang sering terjadi di Malaysia sama sekali tidak disebutkan.Hal itulah yang kemudian disorot oleh DUbes Winzap.

Direktur Eksekutif Interim Amnesty International untuk Malaysia, Gwen Lee mengatakan, organisasinya tidak dapat memasukkan semua pelanggaran hak asasi di suatu negara. Namun, dia menyatakan bahwa Amnesty terus memantau perkembangan kasus-kasus penganiayaan seperti ini dengan Organisasi Non-Pemerintah lain yang lebih fokus pada isu tersebut.

Adelina Jemira Sau diselamatkan polisi dari rumah majikannya pada 9 Februari setelah ada laporan bahwa perempuan asal Nusa Tenggara Timur (NTT) itu mengalami penyiksaan dan perlakuan kejam. Adelina ditemukan dengan luka-luka di wajah dan kepala serta infeksi di kaki dan tangannya.

Meski sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, Adelina akhirnya meninggal dunia keesokan harinya. Hasil otopsi menyebutkan penyebab kematiannya adalah anemia yang dihubungkan dengan kerusakan organ akibat penganiayaan.

Polisi Malaysia menahan majikan Adelina dan ibunya sebagai tersangka dalam kasus ini. Ibu majikan Adelina, seorang perempuan berusia 60 tahun dituntut atas tuduhan pembunuhan dengan ancaman hukuman mati sementara majikan Adelina dikenakan pasal imigrasi karena mempekerjakan tenaga asing secara ilegal dengan ancaman hukuman maksimal 12 bulan penjara.

Kasus Adelina bukanlah satu-satunya kasus penyiksaan terhadap tenaga kerja asal Indonesia di Malaysia. Dalam beberapa tahun terakhir telah terjadi beberapa kasus yang melibatkan penyiksaan terhadap TKI di Negeri Jiran.

BACA JUGA: Kemlu: Kasus TKI Jangan Diviralkan, tetapi Dilaporkan

Banyaknya kasus seperti ini membuat Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Rusdi Kirana melontarkan usulan melakukan moratorium pengiriman tenaga kerja ke Malaysia. Menurut Rusdi, moratorium diperlukan agar kedua negara dapat melakukan restrukturisasi sistem pekerja migran sehingga kejadian serupa tidak terulang lagi.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini