Imigran di Sulsel Kerap Menggoda Istri Aparat yang Ditinggal Tugas

Prayudha, Okezone · Kamis 22 Februari 2018 15:31 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 22 340 1863188 imigran-di-sulsel-kerap-menggoda-istri-aparat-yang-ditinggal-tugas-ywPf9j8qet.jpg Kepala Rudenim Makassar, Boedi Prayetno saat menggelar konpers (foto: Prayudha/Okezone)

MAKASSAR - Kepala Rumah Deteni Imigrasi (Rudenim) Makassar, Kementrian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan (Sulsel), Boedi Prayetno mencatat zona merah terhadap wilayah pemantauan aktifitas Imigran yang berada di wilayahnya. Selain kehadiran mereka juga kerap menularkan penyakit suka sesama jenis, dan juga mengganggu istri aparat yang sedang ditinggal tugas.

"Keberadaan mereka sebenarnya tidak mengganggu masyarakat Sulsel. Akan tetapi ada aturan yang sepatutnya harus dijalankan dan dipatuhi. Malah mereka yang berada di pemukiman terkesan melanggar aturan yang ada dan bahkan ada yang tidur sesama lelaki, bahkan sampai selingkuh dengan istri aparat dan sudah pernah ada yang kedapatan," kata Prayetno kepada wartawan, Kamis, (22/2/2018).

Persoalan tersebut bermula diketahui setelah Tim Rudemin sedang melakukan pemantauan dilapangan menemukan adanya indikasi pelanggaran yang telah disepakati bersama, sebelum imigran tersebut berada di Indonesia terkhususnya di Sulsel.

Menurut Prayetno, selain melakukan antisipasi tindakan penggunaan barang haram narkoba dan seks bebas pihaknya juga akhir - akhir ini semakin gesit melakukan pemantauan terhadap imigran yang bebas keluar masuk di wilayah hukumnya.

"Tercatat ada 79 kasus sejak tahun 2017 silam dan pada awal 2018 terdata 20 kasus yang sempat ditangani. Beberapa hari yang lalu kita menemukan adanya penggunaan alat kontrasepsi berupa kondom sobek. Ketakutan kami barang tersebut digunakan untuk seks bebas," jelasnya.

Prayetno menjabarkan, kronologi diamankannya lima orang warga Afghanistan yang sempat viral di sosial media sebelumnya lantaran sudah terang dan jelas adanya tindakan yang membuat warga setempat resah.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Ka Kanwil KemenkumHAM) Sahabuddin Kilkoda menambahkan bahwa sejauh ini memang pihaknya telah menetapkan aturan tentang aksesibilitas terhadap imigran di Indonesia terkhusus di Sulsel.

Menurutnya, pihaknya telah menerapkan aturan yang ada. Dalam aturan tersebut menegaskan bahwa warga imigran hanya boleh keluar dari tempat penampungan mulai pukul 08.00 Wita sampai pukul 22.00 Wita.

"Realita yang terjadi, kebanyakan diantara mereka melanggar tata tertib yang telah disepakati bersama. Seenaknya saja mereka, bahkan ada yang tidak pulang ke tempat penampungannya. Kami menghindari saja hal-hal yang tak diinginkan terjadi kepada warga imigran selama tinggal sementara di Indonesia," katanya.

Sangking bebasnya keberadaan mereka di Sulsel. Selama ini sejumlah imigran yang ada di Makassar kedapatan keluyuran dan berpacaran dengan pribumi. Bahkan sampai ada yang sudah menikah.

"Biasanya mereka keluyuran dan berpacaran dengan imigran yang ada di Makassar ketakutan kami jangan sampai hal - hal yang tidak diinginkan terjadi,"ungkapnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini