nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bawa Obat Golongan Psikotropika, Wisatawan Asal Inggris Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara

Nurul Hikmah, Jurnalis · Kamis 22 Februari 2018 16:40 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 22 340 1863238 bawa-obat-golongan-psikotropika-wisatawan-asal-inggris-terancam-hukuman-10-tahun-penjara-DTvsvgpOeZ.jpg WNA Asal Inggris Ditangkap karena Bawa Obat Golongan Psikotropika di Badung, Bali (foto: Nurul Hikmah/Okezone)

BADUNG - Mengaku sakit wisatawan asal Inggris berinisial ASH membawa persediaan obat yang masuk dalam golongan psikotropika diamankan Bea Cukai Ngurah Rai pada 24 Januari 2018 sekira pukul 02.45 Wita di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali.

Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil Bea Cukai Bali, NTB dan NTT, Husni Syaiful mengatakan, pelaku ke Bali datang dengan menggunakan maskapai penerbangan Air Asia FD 398 rute Bangkok-Denpasar.

(Baca Juga: Operasi Antik 2018, Polisi Tangkap SPG Cantik Penyuka Ekstasi)

Pria berusia 48 tahun yang berprofesi sebagai computer analyst, kedapatan memiliki persediaan psikotropika. Dia menjelaskan, hasil image x-ray tersebut memperlihatkan adanya barang yang mencurigakan.

Dari pemeriksaan mendalam terhadap barang bawaan milik ASH, ditemukan satu botol plastik dengan label tertera merek Solina dan Diazepam tablets BP 5 mg berisikan 655 tablet berwarna kuning bertuliskan Centaur yang tidak diberitahukan pada Customs Declaration.

"Dia menunjukkan resep namun tertera yang dianjurkan adalah Diazepam 2 mg tablet sebanyak 42 tablet. Atas dasar perbedaan tersebut ASH diduga melanggar Pasal 102 (e) dan 103 (c) UU Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas UU Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan dan UU Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika,“ kata Husni, Kamis (22/2/2018).

Atas dugaan pelanggaran tersebut, ASH dapat dijatuhi hukuman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 300 juta. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 Tahun 2017.

"Diazepam termasuk dalam Daftar Psikotropika Golongan IV. Mengacu kepada Undang-undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika," paparnya.

(Baca Juga: Deretan Penyelundupan Narkoba Bernilai Fantastis di Indonesia)

Dia menjelaskan, psikotropika hanya dapat digunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan. Bagi wisatawan atau warga negara asing yang memasuki wilayah negara Indonesia pemilikan dalam jumlah tertentu dapat dilakukan sepanjang digunakan hanya untuk pengobatan atau kepentingan pribadi dan yang bersangkutan harus mempunyai bukti bahwa psikotropika berupa obat dimaksud diperoleh secara sah.

"Dia mengaku selama ini sudah lama mengkonsumsi obat itu akibat punya penyakit gula. Sekarang kasusnya kami serahkan kepada Polda Bali," tuturnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini