Megah dan Meriah, Perayaan Imlek Untar Persatukan Budaya Indonesia

Shara Nurachma, Okezone · Kamis 22 Februari 2018 16:49 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 22 65 1863244 megah-dan-meriah-perayaan-imlek-untar-persatukan-budaya-indonesia-TzG3SKEYoF.jpg Foto: Shara Nurachma/Okezone

JAKARTA - Universitas Tarumanagara (Untar) menyelenggarakan acara perayaan Tahun Baru Imlek 2569 di Auditorium Gedung M Universitas Tarumanegara pada Kamis (22/2/2018).

Berbagai rangkaian pertunjukan ditampilkan dalam acara ini yaitu Tari Wushu Tarumanegara dari Xin Ya College dan arak-arakan barongsai. Tampilnya Tari Kipas dari UKM Citra Pesona membuat acara semakin terasa meriah, ditambah sang pembawa acara yang membuat kagum banyak hadirin dengan sambutan berbahasa mandarinnya.

Selain itu, pada acara tersebut juga ditayangkan video tentang berbagai cara perayaan Imlek di seluruh Indonesia, seperti di Bogor yang merayakan imlek dengan parade campuran budaya China dan Sunda yang diikuti oleh 2.500 orang. Di Semarang menggelar pertunjukan barongsai dan perayaan khas Semarang selama 3 hari berturut-turut serta masih banyak lagi daerah lainnya yang juga merayakan Imlek dengan besar-besaran, seperti Singkawang yang memang terkenal sebagai perayaan imlek terbesar se-Asia Tenggara, Lombok yang membagikan 5.000 kue keranjang gratis, Riau, Makassar, dll.

Video tersebut juga menunjukkan bahwa banyak budaya Tionghoa yang sudah memberi banyak pengaruh dalam budaya Indonesia, misal dalam kata-kata hingga corak dalam rumah-rumah adat.

“Acara ini setiap tahunnya semakin bagus semkain matang, saya salut. Mampu membuat acara-acara yang semakin menarik. Istilah gong xi fa cai untuk perayaan Imlek muncul setelah reformasi, istilah itu berarti selamat semoga sejahtera. Simbol-simbolnya adalah warna yang terang, munculnya matahari. Kita bisa menghadapi imlek dari dua sisi, sisi budaya dan politik. Jika kita memandangnya dari budaya, itu menyatukan, namun jika dari segi politik ada kemungkinan terjadi perpecahan. Saya hargai Tarumanagara dalam tradisinya tidak hanya merayakan Natal dan Idul Fitri saja, tetapi juga imlek,” ujar Ketua Pembina Yayasan Untar, Drs. Indra Gunawan Masman, MBA.

Acara berlanjut dengan penampilan dari mahasiswa Untar yakni, Christina Setiawan yang menyanyikan lagu Indonesia Pusaka menggunakan bahasa mandarin dengan iringan alat musik Guzheng khas Tiongkok. Ada juga musikalisasi puisi berbahasa mandarin tentang keindahan alam. Tentu tak boleh ketinggalan, Imlek tak lengkap tanpa barongsai, diiringi alat musik tapur, tari barongsai mempunyai makna agar selalu didekatkan kepada kebaikan.

“Untar ini mahasiswanya berasal dari 33 provinsi, sering saya katakan, Untar ini ibarat Indonesia kecil. Semua budaya ada, semua agama ada, dan semuanya diberi kesempatan yang sama untuk berkembang dalam semua aktivitas kemahasiswaan. Inilah Untar, kita berbagai macam tapi tetap satu. kita bhineka, kita Indonesia. Peran kita masing-masing untuk membuat Indonesia menjadi makin baik. Semuanya harus bergerak maju untuk membuat Indonesia yang satu. Melalui perayaan ini saya mengajak kita bersama untuk bisa terus mempertahankan kebersamaan kita, keberagaman kita, dengan satu tujuan berkontribusi secara nyata bagi nusa dan bangsa,” tutur Rektor Untar, Prof. Dr. Agustinus Purna Irawan.

Acara berakhir dengan sesi foto bersama juga pemberian angpao kepada barongsai. Panitia acara juga telah menyiapkan angpao cokelat untuk seluruh peserta yang hadir. Perayaan Imlek di Untar sendiri, tahun ini mengambil tema 'Kebersamaan Dalam Karya Penuh Integritas'.

“Kita mengambil tema ini karena value Untar ada tiga salah satunya integritas, kita mau masukkan ke dalam perayaan itu nilai-nilai Untar, integrity, professionalism, entrepreneurship. Jadi karya yang kita buat juga harus berintegritas,” ungkap Kepala Humas Untar Paula T. Anggarina.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini