nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Puluhan Anggota Parlemen Korsel Tuntut Pemerintah Eksekusi Kepala Delegasi Korut

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 23 Februari 2018 15:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 23 18 1863714 puluhan-anggota-parlemen-korsel-tuntut-pemerintah-eksekusi-kepala-delegasi-korut-XFjY0HKn34.jpg Kim Yong Chol (tgh) akan mengepalai delegasi Korut di upacara penutupan Olimpiade Musim Dingin Pyeonchang. (Foto: AFP)

SEOUL - Anggota Parlemen Korea Selatan memprotes kunjungan seorang jenderal Korea Utara yang dianggap sebagai penjahat perang, ke Olimpiade Musim Dingin Pyeonchang. Mereka juga menuntut Jenderal Kim Yong Chol yang akan datang bersama delegasi Korea Utara untuk dieksekusi.

BACA JUGA: Kim Jong-un Puji Upaya Korsel Selama Olimpiade

Kim Yong Chol akan mengepalai delegasi Korea Utara yang beranggotakan delapan orang untuk menghadiri Upacara Penutupan Olimpiade Musim Dingin.

Wakil Ketua Kepala Komite Pusat Partai Pekerja Korea Utara itu dianggap bertanggungjawab atas tenggelamnya kapal corvette Korea Selatan, Cheonam yang menewaskan 46 orang pada 2010.

Seoul menyakini Kim telah memerintahkan penenggelaman Cheonam, meskipun Pyongyang dengan tegas telah membantah tuduhan tersebut.

Setidaknya 70 anggota parlemen dari Partai Kebebasan Korea yang beraliran konservatif menggelar protes di depan Istana Kepresidenan, Cheong Wa Dae atau Gedung Biru menuntut Presiden Moon Jae-in untuk membatalkan kunjungan tersebut.

"Kim Yong Chol adalah penjahat perang jahat yang menyerang Selatan. Dia layak dihukum mati dengan digantung di jalan," kata Pimpinan Fraksi Partai, Kin Sung-tae sebagaimana dilansir AsiaOne, Jumat (23/2/2018).

"Bahkan jika langit terbelah dua, kita tidak bisa membiarkan penjahat kejam - yang harus diiris sampai mati - diundang ke upacara penutupan Olimpiade," lanjutnya.

Juru Bicara Kementerian Unifikasi Korea, Baek Tae-hyun mengatakan, pemerintah menyadari reaksi negatif yang luas mengenai kedatangan Kim Yong-chol ke Selatan. Meski begitu, pemerintah menerimanya sebagai sebuah "kesempatan untuk memperbaiki hubungan antar-Korea dan perjanjian damai yang mungkin semakin baik".

BACA JUGA: Jamu Adik Kim Jong-un, Korsel Habiskan Rp3 Miliar

Kim Yong Chol sendiri bukanlah sosok yang asing dalam proses diplomasi antara Korea Utara dengan Korea Selatan. Pada 2014, dia memimpin delegasi untuk melakukan pembicaraan diakhirinya konflik setelah tentara tentara Utara dan Selatan saling bertukar tembakan di perbatasan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini