Revolusi Industri 4.0, Masih Banyak Guru Tidak Bisa Gunakan Komputer

Liansah Rangkuti, Jurnalis · Sabtu 24 Februari 2018 15:36 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 23 65 1863588 revolusi-industri-4-0-masih-banyak-guru-tidak-bisa-gunakan-komputer-90WQyj2qIF.jpg Ilustrasi (Foto: Antara)

PANYABUNGAN - Memasuki era Revolusi Industri 4.0 dimana teknologi menguasai segala lini kehidupan rupanya tak dirasakan betul oleh tenaga pendidik di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara.

Seperti di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN), Panyabungan. Di sekolah ini ternyata masih banyak guru yang tidak bisa menggunakan komputer. Hal itu dikatakan oleh Kepala Tata Usaha MTsN Panyabungan Rifai kepada Okezone di ruangan kerjanya, baru-baru ini.

"Wah banyak di sini guru yang tidak bisa menggunakan komputer alasannya itulah keadaan guru saat ini yang ditempatkan oleh pemerintah," ujar Rifai.

Menurut Rifai, guru MTsN Panyabungan sudah banyak yang tua sehingga sulit memahami jika diajarkan belajar menggunakan komputer.

"Iya kalau seperti kalian yang muda-muda ini masih bisa lah dan sangat mudah memahami penggunaan komputer, tapi kalau di sekolah ini beginilah keadaannya," tuturnya.

Sebelumnya, salah satu wali murid, Irfansyah Nasution merasa dipersulit saat mengurus administrasi surat pindah keponakanya.

"Saya merasa dipersulit saat mengurus surat pindah keponakan saya, sebab pertama saya minta lampiran rapor keponakan saya kemudian sang kepala sekolah mengatakan 'tidak ada lagi di sekolah ini lampirannya sebab aslinya sudah diserahkan ke murid," ujarnya.

Dibeberkan Irfansyah, setelah itu ia berangkat ke kantor Kementerian Agama (Kemenag) daerah Kabupaten Madina untuk mengurus surat pindah keponakannya tersebut, namun pihak Kemenag meminta agar melampirkan hasil lapor murid yang juga keponakannya itu.

"Terpaksa saya ke sekolah itu kembali untuk meminta salinan lapor sekolah keponakan saya, namun saat di sekolah alasan TU nya nanti ini susah juga soalnya banyak guru di sekolah ini yang tidak bisa menggunakan komputer," sebut Irfan menirukan.

Tidak lama kemudian wali kelas keponakannyapun datang dan meminta salah satu staf administrasi di Tata Usaha sekolah itu untuk mengeluarkan atau mencetak salinan lapor murid tersebut melalui komputer.

"Ternyata para admin yang ada di sekolah itu bisa kok mengeluarkan salinan lapor keponakan saya, dan ternyata salinan tersebut juga masih ada di sekolah itu," tambahnya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini