Oknum Polisi Rampas HP Wartawan Lalu Hapus Foto dan Video Liputan

Abimayu, Okezone · Sabtu 24 Februari 2018 04:52 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 24 340 1864042 oknum-polisi-rampas-hp-wartawan-lalu-hapus-foto-dan-video-liputan-aiBb1HcItE.jpg Ilustrasi.

MUARA BUNGO - Tindakan intimidasi dan menghalang-halangi kerja wartawan kembali terjadi di Kabupaten Bungo, Jambi. Lebih parahnya lagi, yang melakukannya adalah oknum polisi yang bertugas di Mapolres Bungo.

Tindakan tidak mengenakkan itu terjadi pada Kamis 22 Februari 2018 siang, saat wartawan media online bernama Azroni sedang melakukan peliputan kedatangan sejumlah warga Dusun Sarana Jaya, Kecamatan Bathin III, Bungo ke Mapolres Bungo.

Kedatangan warga bertujuan untuk mempertanyakan ke pihak Polres Bungo terkait kabar yang mengatakan jika terduga pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) berinisial DY yang sempat ditangkap pada Selasa (20/2) sudah dilepas oleh pihak Kepolisian Polres Bungo.

Ketika meliput pertemuan yang digelar di ruang Provost,  intimidasi oleh oknum polisi itu terjadi. Saat mengambil gambar serta video melalui telefon seluler, Azroni langsung dibentak oleh oknum polisi. Tidak sampai di situ saja, telefon seluler miliknya juga diambil serta semua video dan sebagian gambar yang sudah diambil langsung dihapus oleh oknum tersebut.

"Saat itu saya sedang meliput adanya laporan masyarakat. Tiba-tiba seorang anggota polisi membentak saya. Oknum tersebut mengatakan, 'woi, siapo kamu? Jika mau mengambil gambar harus izin kapolres terlebih dahulu, nanti kami yang dimarah kapolres', kemudian HP saya dirampasnya, video dan foto yang ada di HP saya langsung dihapusnya," ucap Azroni.

Dijelaskannya lagi, kejadian ini merupakan yang kedua kalinya ia alami. Pertama ia mengalami hal serupa saat melakukan peliputan rekonstruksi terduga teroris pembakaran Polres Dharmasraya, Senin 19 Februari 2018.

"Ini yang kedua kalinya saya alami, pertama sewaktu saya meliput rekonstruksi terduga teroris pembakaran Polres Dharmasraya. Waktu itu HP saya juga dirampas oleh salah seorang anggota polisi atas perintah kapolres, yang katanya masyarakat tidak diperbolehkan mengambil foto," tutupnya.

Terpisah, Ketua Persatuan Wartawan Bungo (PWB), Supriyanto sangat menyayangkan tindakan arogan oknum polisi itu. Menurutnya, aparat dan awak media seharusnya bisa saling menghormati profesi masing-masing. Wartawan, sebutnya dalam bekerja dilindungi Undang-Undang Pers. Keterbukaan publik menjadi sebuah keniscayaan yang harus dijaga bersama.

"Larangan peliputan dengan memaksa menghapus file, dari sudut manapun tidak bisa dibenarkan, untuk kasus ini. Apalagi kalau sampai, misalnya ada perampasan alat rekam," sebutnya.

Atas kejadian ini, Kapolres Bungo, AKBP Budiman Bostang Panjaitan menyampaikan permintaan maafnya kepada para wartawan. Dia meminta agar tidak mencari siapa yang salah dan siapa yang benar. Hal yang penting menurutnya, antara polisi dan wartawan bisa lebih kompak lagi ke depannya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini