nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

TNI AL Kembali Tangkap Kapal Ikan Berbendera Taiwan di Kepulauan Riau

Muhammad Bunga Ashab, Jurnalis · Senin 26 Februari 2018 17:54 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 26 340 1864989 tni-al-kembali-tangkap-kapal-ikan-berbendera-taiwan-di-kepulauan-riau-mz57KuWEGb.jpg TNI AL kembali tangkap kapal berbendera Taiwan. (Foto: Muhammad Bunga Ashab/Okezone)

TANJUNGPINANG – Jajaran Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang, Kepulauan Riau, pada Minggu 25 Februari 2018 sore kembali menangkap kapal ikan berbendera Taiwan. Kapal tersebut bernama MV Fu Yu BH2916, ditangkap pada koordinat 01°15.935 U – 104°19.67 T, tepatnya di sekitar perairan perbatasan Malaysia dan Indonesia.

KRI Sigurot-864 melakukan penangkapan setelah berkoordinasi dengan pihak Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia ( APMM). Sebab ketika hendak diamankan KRI Sigurot 864, Kapal MV Fu Yu sempat kabur ke perairan Malaysia.

Wakil Komandan Lantamal IV Tanjungpinang Kolonel Laut (P) Imam Musani mengatakan, penangkapan berawal saat KRI Sigurot 864 sedang melaksanakan patroli dan melihat kontak kapal ikan di sekitar perairan traffic separation scheme (TSS) atau di jalur pelayaran internasional.

Kemudian ketika didekati, kontak tersebut yakni MV Fu Yu langsung berbalik haluan dan masuk ke perairan Malaysia lalu melaksanakan lego jangkar. Saat pemeriksaan berlangsung, cuaca sedang buruk, sehingga nakhoda hanya memberikan dokumen kapal.

"Saat pemeriksaan dokumen kapal di atas KRI Sigurot 864 terjadi blackout sehingga MV Fu Yu menjauh dan bergerak menuju perairan Singapura," kata Imam saat menggelar konferensi pers di dermaga Yos Sudarso, Mako Lantamal IV Tanjungpinang, Senin (26/2/208).

(Baca: Polisi Masih Periksa Kapal di Perairan Kepri yang Diduga Bawa Sabu 3 Ton)

Selanjutnya, KRI Sigurot 864 tetap melaksanakan pemantauan dan melihat adanya pergerakan MV Fu Yu menuju arah timur. Di saat bersamaan, pihak APMM sedang berada di dekat posisi MV Fu Yu sehingga melakukan penangkapan.

Intelijen Koarmabar bersama intelijen Lantamal IV Tanjungpinang berkoordinasi dengan pihak APMM agar kapal tersebut diserahkan ke TNI AL karena dokumennya berada di pihak mereka. Setelah blackout dapat diatasi, petugas melakukan pengejaran kembali, dibantu KRI Parang 647.

"Berdasarkan hasil koordinasi, pihak APMM menyerahkan kapal ikan MV Fu Yu kepada TNI AL yang diterima KRI Parang 647," ujar dia.

Lebih lanjut, kata Imam, kapal tersebut dikawal Fasharkan Mentigi, Tanjunguban, Bintan, dan selanjutnya dibawa menuju Dermaga Yos Sudarso Lantamal IV Tanjungpinang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

KRI Sigurot 864 dalam melakukan pencegahan turut mengamankan 10 anak buah kapal (ABK). Di antaranya yakni 2 warga negara (WN) Taiwan, 1 WN China, 4 WN Myanmar, dan 3 WN Vietnam.

"Turut diamankan juga 10 ABK berkewarganegaraan Taiwan, China, Myanmar, dan Vietnam," paparnya.

Berdasarkan pemeriksaan awal bahwa diduga terjadi pelanggaran di dokumen Kapal MV Fu Yu dalam melakukan pelayaran dan pencarian perikanan. Dugaan pelanggaran Pasal 302 Ayat (1) dan Pasal 117 UU Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, Pasal 94 UU Nomor 13 Tahun 2004 tentang Perikanan, Pasal 28 Ayat (2) UU Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

"Dugaan sementara masih pelanggaran pelayaran dan perikanan. Namun, tetap masih kita dalami lagi, apakah ada pelanggaran lainnya," ujar Imam.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini