nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ditarik Buaya, Nelayan di Aceh Hilang saat Cari Teripang

Khalis Surry, Jurnalis · Selasa 27 Februari 2018 20:35 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 27 340 1865624 ditarik-buaya-nelayan-di-aceh-hilang-saat-cari-teripang-ToJ8cPLaPl.jpg Petugas penyelamat mencari korban terseret buaya (Foto:Khalis/Okezone)

BANDA ACEH - Seorang nelayan diketahui menghilang saat mencari teripang di kawasan perairan Pulau Duo, Kecamatan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, Selasa (27/2/2018) sekitar pukul 09.00 WIB. Hingga kini, tim gabungan dari Basarnas, Pos AL, dan polisi Pulau Banyak masih melakukan pencaharian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Okezone, salah satu petugas SAR Pulau Banyak, Yudistira mengatakan dirinya ikut terlibat dalam pencarian korban. Selain melibatkan Komandan Pos AL, Letda Laut T Wiwin Yulianto dan anggotanya, pencarian juga melibatkan para masyarakat setempat berserta polisi setempat.

Yudistira menyebutkan, nelayan yang hilang bernama Ereanus Telaumbanua (25), warga Desa Suka Makmur. Dan saksi yang melihat ketika korban hilang yakni Susanto Laoly (21) dan Alfariz (25), merupakan warga desa yang sama dengan korban.

"Awalnya ketiga nelayan ini berangkat dari tempat tinggalnya menuju ke Pulo Duo untuk mencari teripang sekira pukul 19.00 WIB Senin (26/2) kemarin. Sekira pukul 21.00 WIB, ketiganya berpencar mencari teripang dengan jarak kurang lebih 20 meter," jelas Yudi.

Kemudian, dikatakan Yudi, selang tiga jam berlalu korban telihat memberi kode kepada kedua rekannya dengan mengedipkan cahaya senter yang berputar-putar. Hal itu dilakukan korban terlihat ada yang menariknya ke dalam air. Susanto yang melihat kode senter itu langsung memberitahukan rekannya satu lagi.

"Lalu keduanya mengejar ke arah lokasi korban tetapi tidak sempat menyelamatkan korban yang sudah tertarik ke dalam air dan menghilang. Diperkirakan korban ditarik oleh buaya ke dalam air, karena lokasi pencarian teripang ini merupakan sarana buaya," ujar Yudi.

Setelah kejadian itu, kedua rekan korban langsung melaporkan kejadian itu kepada kepala desa setempat. Dan bahkan, pada malam kejadian para aparatur desa yang ikut melakukan pencarian berhasil menemukan barang bukti berupa alat yang digunakan korban untuk mencari teripang, berupa senter yang mengapung di perairan.

"Tadi pagi sekira pukul 08.00 WIB ditemukan tombak dan keranjang secara terpisah dengan jarak sekitar 3 meter. Saat melakukan pencarian, warga juga sempat melihat buaya di bawah laut yang tidak jauh dari lokasi kejadian," ungkapnya.

Tim gabungan melakukan pencarian di kawasan perairan Pulau Duo, Kuala Gadang, Kuala Trapung dan Kuala Betuah, mulai pagi tadi dengan menumpangi boat fiber. Hingga pukul 17.00 WIB, pencarian diberhentikan dan korban masih belum ditemukan.

"Pencarian akan dilanjutkan besok pagi mengingat karena sudah sore, kita juga tidak bisa mencari malam hari karena peluangnya kecil, buaya juga aktif pada malam hari dan berisiko besar untuk melakukan pencarian," pungkasnya.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini