Kasus Suap Komisioner, Ketua KPU Garut: Itu Pelajaran Berharga

ant, Jurnalis · Rabu 28 Februari 2018 01:35 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 27 525 1865691 kasus-suap-komisioner-ketua-kpu-garut-itu-pelajaran-berharga-gF2uAvBBon.jpg Tersangka suap di Pilkada Garut. (Foto: CDB Yudistira/Okezone)

BANDUNG – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut, Jawa Barat, Hilwan Fanaqi menyatakan, terungkapnya kasus gratifikasi dengan tersangka anggota KPU dan Ketua Panwaslu Garut menjadi pembelajaran bagi penyelenggara Pilkada setempat agar dapat melaksanakan tugas lebih baik sesuai aturan yang berlaku.

"Peristiwa ini sebagai pelajaran yang berharga, agar kita lebih jujur dan lebih hati-hati dalam menjalankan tugas," kata Hilwan kepada wartawan di Garut, Selasa (27/2/2018).

Ia menuturkan, KPU Garut saat ini terus bekerja menjalankan proses pelaksanaan Pilkada Garut sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan.

Kasus gratifikasi Pilkada Garut yang melibatkan anggota KPU Garut Ade Sudrajat dan Ketua Panwaslu Heri Hasan Basri, kata Hilwan, sepenuhnya diserahkan kepada kepolisian untuk diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.

"KPU Kabupaten Garut sangat menghormati proses hukum yang saat ini sedang berjalan dengan transparan dan profesional," katanya.

Ia menyampaikan, tugas penyelenggara Pilkada Garut seringkali dihadapkan dengan berbagai persoalan bahkan gangguan yang dapat merusak pelaksanaan pesta demokrasi.

Namun KPU Garut, kata dia, mendapatkan dukungan dari berbagai pihak sehingga setiap tahapan Pilkada Garut dapat berjalan secara profesional, jujur, berintegritas dan bertanggungjawab.

"Kami juga sangat berterima kasih kepada KPU Provinsi Jawa Barat dan KPU RI yang senantiasa memberikan arahan dan bimbingan agar Pilkada Garut berjalan dengan lancar sesuai dengan harapan," katanya.

(Baca Juga: Berkaca Kasus Suap Pilkada Garut, DPR Ingatkan Pentingnya Menjaga Integritas)

Ia menegaskan, setiap keputusan yang disampaikan KPU Garut dalam tahapan pelaksanaan Pilkada Garut sudah sesuai dengan ketentuan perundangan dan tidak dipengaruhi oleh dugaan suap.

KPU Garut, lanjut dia, berkomitmen dalam bekerja secara profesional dan berintegritas sehingga dapat memenuhi harapan masyarakat dalam menyelenggarakan Pilkada Garut dengan baik dan jujur.

(Baca Juga: Pasca-OTT, Perludem Minta Polisi Periksa Seluruh Anggota KPU dan Panwaslu Garut)

"Kami juga memohon maaf yang sedalam-dalamnya kepada seluruh pihak yang merasa terganggu akibat terjadinya peristiwa ini," katanya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini