nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kasus Suap di Garut, KPU RI: Ini Jadi Peringatan Keras

ant, Jurnalis · Rabu 28 Februari 2018 02:34 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 28 337 1865694 kasus-suap-di-garut-kpu-ri-ini-jadi-peringatan-keras-SG3VJr6FzZ.jpg Ketua KPU Arief Budiman

BANDUNG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyatakan kasus dugaan suap yang melibatkan salah satu komisioner KPU Garut menjadi peringatan keras bagi lembaga penyelenggaraan pemilu di daerah lainnya.

"Iya ini peringatan keras bagi kita. Mudah-mudahan ini tidak terjadi lagi di tempat lain," ujar Ketua KPU RI Arief Budiman usai menggelar pertemuan dengan KPU Jabar dan KPU Garut di Bandung, Selasa (27/2/2018).

Menurutnya, kejadian tersebut telah mencoreng nama KPU Jabar maupun KPU Garut sebagai penyelenggara pemilihan setempat.

Ia meminta KPU di wilayah lain yang menyelenggarakan Pilkada serentak tidak main-main terhadap proses demokrasi ini. Apalagi KPU berkomitmen untuk menciptakan lembaga yang kompeten serta transparan.

"Peristiwa ini menjadi pelajaran bagi semua, baik penyelenggara Pemilu maupun peserta Pemilu. Saya ingatkan mereka (KPU Provinsi/kabupaten/kota) dalam setiap pertemuan-pertemuan," katanya.

Ia mengaku khawatir dengan adanya kasus dugaan suap yang menjerat Ade Sudrajad selaku komisioner KPU Garut, dapat membuat kepercayaan masyarakat menurun.

Namun Arief menjamin, kasus tersebut merupakan kasus perseorangan bukan melibatkan lembaga KPU secara keseluruhan.

"Kami ingin meyakinkan kepada masyarakat, bahwa kejadian itu adalah kejadian orang perorang bukan kejadian yang sistemik," katanya.

(Baca Juga: KPU dan Bawaslu Diminta Lakukan Evaluasi Pasca-OTT di Garut)

Ia pun berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas tersebut agar proses demokrasi berjalan dengan lancar.

"Saya juga menginginkan seluruh pihak yang terlibat ini dia harus diperiksa dimintai pertanggungjawabannya. Siapa yang punya uang, siapa yang memberi uang, siapa yang menerima uang, dia harus dimintai pertanggungjawabannya," kata dia.

(Baca Juga: Pasca-OTT, Perludem Minta Polisi Periksa Seluruh Anggota KPU dan Panwaslu Garut)

 

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini