Polisi Temui Jalan Buntu Ungkap Kematian Mantan Wakapolda Sumut

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 28 Februari 2018 13:04 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 28 340 1865894 polisi-temui-jalan-buntu-ungkap-kematian-wakapolda-sumut-mmx6b6lm8T.jpg Mantan Wakapolda Sumut (Foto: Okezone)

MALANG - Polda Jawa Timur yang menangani kasus kematian mantan Wakapolda Sumatera Utara (Sumut) mengaku kesulitan melakukan penyelidikan, meski telah melakukan visum dan autopsi pada Kombes Pol (Purn) Agus Samad.

Menurut Kabid Humas, Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera menyatakan dari hasil visum dan autopsi yang dilakukan tim forensik sudah keluar, hanya masih belum dipublikasikan mengingat untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.

"Hasil visum dan autopsi sudah keluar tapi itu hanya untuk konsumsi penyidik," ujarnya saat dihubungi media, Rabu pagi (28/2/2018).

 (Baca Juga: Pemeriksaan Medis: Mantan Wakapolda Sumut Alami Patah 6 Tulang Rusuk & Luka Sayatan)

Ia menambahkan pihak Inafis Mabes Polri rencananya akan langsung turun memeriksa TKP.

Terkait kapan akan ada titik terang kematian mantan Wakapolda Sumut ini, ia masih belum berani memastikan hal tersebut.

"Semoga besok atau lusa akan ada kesimpulan. Sementara ini masih fifty - fifty," ujar Frans.

Sementara itu, salah seorang saksi yang dimintai keterangan yakni Arif Widaryanto, ia menuturkan polisi sempat mengambil rekaman CCTV rumah di belakang rumah korban dan menyisir lahan kosong yang terdapat di belakang rumah korban.

"Polisi tadi (kemarin Selasa 27 Februari 2018, red) memang menyisir lahan kosong tersebut. Tadi saya juga ditanya-tanya sejak kapan kerja di sini dan ada aktivitas apa yang mencurigakan," tutur Arif kepada Okezone, yang bekerja sebagai tukang las saat memperbaiki rumah di belakang rumah korban, Selasa sore (27/2/2018).

 (Baca Juga: Polisi Kesulitan Ungkap Kematian Mantan Wakapolda Sumut)

Sebelumnya, warga Perumahan Bukit Dieng Permai dikejutkan penemuan jasad purnawirawan mantan Wakapolda Sumatera Utara yang tewas bersimpah darah dengan kondisi kali terikat tali rafia hitam di taman belakang rumahnya pada Sabtu pagi 24 Februari 2018.

Diduga ia menjadi korban pembunuhan karena ditemukan sejumlah bercak darah di ruang makan yang berjarak 10 meter dari penemuan jasad korban.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini