Polres Majalengka, Jawa Barat meringkus seorang penipu yang mengaku bisa menggandakan uang.

">  Polres Majalengka, Jawa Barat meringkus seorang penipu yang mengaku bisa menggandakan uang.

">  Polres Majalengka, Jawa Barat meringkus seorang penipu yang mengaku bisa menggandakan uang.

" data-dynamic="true">
nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ngaku Bisa Gandakan Uang, Pensiunan PNS Berakhir di Bui

Agregasi Antara, Jurnalis · Rabu 28 Februari 2018 17:18 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 28 525 1866064 ngaku-bisa-gandakan-uang-pensiunan-pns-berakhir-di-bui-ZTp6WPI4Yl.jpg ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

MAJALENGKA - Polres Majalengka, Jawa Barat meringkus seorang penipu yang mengaku bisa menggandakan uang. Pelaku meraup puluhan juta para korbannya yang berhasil dikelabui.

"Korban yang seorang pensiunan PNS ditipu tersangka hingga jutaan rupiah dengan iming-iming tersangka bisa menggandakan uang," kata Kapolres Majalengka, AKBP Noviana Tursanurohmad di Majalengka, Rabu (28/2/2018).

Tersangka yang diamankan berinisial WW (47) warga RT 001/ RW 003, Desa Pasirkiamis, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, ditangkap lantaran telah melakukan penipuan dengan modus penggandaan uang. Novi menuturkan, pelaku WW diamankan setelah adanya laporan dari korban Nurhadi, yang telah ditipu hingga jutaan rupiah.

Kejadian penipuan tersebut lanjut Novi, bermula pada bulan Januari 2018 lalu, saat itu pelaku menghubungi Agus Slamet dan pelaku menjelaskan bahwa dirinya sedang mengawal uang hasil ritual dari Jawa Tengah ke Cikarang dan sudah dua bulan ini, uang tersebut belum dibuka dari tempatnya.

"Kemudian pelaku meminta tolong kepada Agus Slamet, agar mencarikan orang untuk memenuhi syaratnya yaitu menyetorkan uang Rp28 juta dan konon nanti bisa berubah menjadi Rp1 miliar dan akan langsung diberikan kepada korban," tuturnya.

Kemudian Agus mendatangi korban Nurhadi untuk menawarkan sesuai dengan apa yang ditawarkn oleh pelaku tersebut. Tergiur dengan penawaran tersebut, korban tanpa pikir panjang kemudian menyanggupinya dan menyerahkan uang sebesar Rp51juta serta perhiasan yang ditaksir sampai Rp12 juta.

"Korban bersama pelaku dan Agus pergi ke Cikarang dengan tujuan untuk mengambil uang tersebut dan diberikan satu buah tas yang di dalamnya terdapat satu buah dus yang harus dibuka pada tanggal 23 Februari 2018," ujarnya.

Setelah menunggu beberapa hari tepatnya di tanggal 24 Februari 2018, tas tersebut dibuka oleh korban bersama para saksi.

"Namun setelah dibuka ternyata uang yang dijanjikan pelaku sebesar Rp1 miliar tersebut, tidak terbukti, sadar menjadi korban penipuan, korban selanjutnya melaporkan kejadian tersebut," ucap Novi.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 378 juncto Pasal 372 KUH Pidana tentang Penipuan dengan ancaman hukuman empat tahun kurungan penjara.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini