nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Badan Pariwisata Thailand Bertekad Hapus Cap Destinasi Wisata Seks

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Kamis 01 Maret 2018 14:08 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 01 18 1866414 badan-pariwisata-thailand-bertekad-hapus-cap-destinasi-wisata-seks-K9SqogwCpn.JPG Salah satu daya tarik wisata di Thailand, pasar terapung Amphawa, di Bangkok (Foto: Soe Zeya Tun/Reuters)

BANGKOK – Badan Pariwisata Thailand (TAT) menyatakan secara tegas menolak segala bentuk wisata seks di Negeri Gajah Putih. Meski demikian, mereka tetap menyambut dengan tangan terbuka para wisatawan asing sekaligus berharap sektor pariwisata akan mencatatkan rekor pengunjung.

Pariwisata Thailand dikenal dengan keindahan pantai, warisan sejarah berupa kuil-kuil Buddha, dan juga kuliner yang lezat, menjadikan negara tersebut salah satu tujuan wisata utama di dunia. Namun, sektor pariwisata Thailand sedikit tercoreng dengan wisata seksual.

“Otoritas Pariwisata Thailand memastikan bahwa strategi pemasaran dan kebijakan untuk memajukan Thailand yang dikenal dengan ‘Destinasi Berkualitas’ sudah ada pada jalur yang tepat dan menolak dengan tegas segala bentuk wisata seks,” ujar TAT dalam pernyataan resmi, dinukil dari Reuters, Kamis (1/3/2018).

BACA JUGA: Prostitusi di Negeri Gajah Putih

Thailand tengah berharap kedatangan sekira 37,55 juta wisatawan pada 2018 yang akan memecahkan rekor kunjungan. Namun, upaya tersebut dibayang-bayangi oleh wisata seks. Meski prostitusi adalah hal yang ilegal di Thailand, negara tersebut masih menoleransi kehadiran rumah bordil yang biasa dikunjungi wisatawan asing di kota-kota besar.

Kepolisian Thailand pada Senin 26 Maret menangkap satu kelompok berisi 10 orang warga Rusia yang mengelola kelas pelatihan seksual di Pattaya. Mereka lantas dijatuhi dakwaan bekerja secara ilegal atau tanpa izin di Thailand.

Menjamurnya papan iklan pijat plus plus di kawasan wisata favorit secara tidak langsung menimbulkan citra negatif bagi Thailand sebagai destinasi wisata seks. Menurut data Badan PBB untuk Penanggulangan HIV/AIDS (UNAIDS), terdapat sekira 123.530 orang pekerja seks komersial di Thailand pada 2014.

Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson, pun pernah menyinggung perihal wisata seks di Thailand dalam pidatonya terkait Brexit. Mantan Wali Kota London itu mengatakan bahwa lebih dari 1 juta turis Inggris pergi ke Thailand setiap tahun hanya demi merasakan ‘layanan konsuler’.

BACA JUGA: Menpar Thailand Bertekad Bersihkan Thailand dari Wisata Seks

Thailand tidak tinggal diam melihat fakta tersebut. Sejak 2016, otoritas terkait menggencarkan upaya penggerebekan terhadap rumah-rumah bordil, terutama di Ibu Kota Bangkok demi menciptakan ‘pariwisata berkualitas’.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini