nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

MA Klaim Setor Rp18 Triliun ke Kas Negara Sepanjang 2017

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Kamis 01 Maret 2018 14:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 01 337 1866443 ma-klaim-setor-rp18-triliun-ke-kas-negara-sepanjang-2017-M2L67XcLqO.jpg Ketua MA, Hatta Ali (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Mahkamah Agung (MA) RI mengklaim telah berkontribusi terhadap keuangan negara dengan menyetorkan uang senilai Rp18,25 triliun sepanjang tahun 2017 lalu. Nominal itu berasal dari uang pengganti perkara pelanggaran lalu lintas, denda pidana meliputi korupsi, narkotika, kehutanan, perlindungan anak, perikanan maupun tindak pidana pencucian uang (money laundering).

"Jumlah tersebut mengalami kenaikan lebih dari empat kali lipat dibandingkan jumlah denda dan uang pengganti yang dijatuhkan pada tahun 2016," sebut Ketua MA, Hatta Ali dalam pemaparan tahunan di Gedung JCC Senayan, Jakarta, Kamis (1/3/2018).

Menurut Hatta, jumlah denda pidana dan uang pengganti tersebut naik lebih dari empat kali lipat ketimbang jumlah denda dan uang pengganti yang dijatuhkan pada tahun 2016 silam yakni sekitar Rp4,48 triliun.

(Baca juga: Hatta Ali: Mahkamah Agung Masih Butuh 4.000 Orang Hakim)

Pada pemaparan laporan tahunan MA yang turut dihadiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan para menteri kabinet serta pimpinan lembaga negara ini Hatta mengatakan, selain memberi kontribusi keuangan kepada negara, sisa perkara tahun 2017 juga menjadi yang terendah sepanjang sejarah MA yakni 1.388 perkara.

Itu artinya lanjut dia, lebih kecil dibanding sisa perkara tahun sebelumnya sebanyak 2.357 perkara. Adapun berdasarkan data sisa tunggakan di MA sejak enam tahun terakhir, terus mengalami penurunan yang siginifikan.

(Baca juga: Terpilih Lagi sebagai Ketua MA, Ini Kata Hatta Ali)

Hatta menjelaskan, denda dan uang pengganti itu dijatuhkan dalam perkara pidana pada peradilan umum dan perkara pidana pada peradilan militer. Menurutnya, kenaikan jumlah uang penganti yang dijatuhkan adalah bukti keseriusan MA dalam memberantas tindak pidana yang mengakibatkan kerugian negara.

"Semua itu terus dikembangkan sebagai program prioritas MA untuk mewujudkan badan peradilan Indonesia yang agung," pungkasnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini