Begini Kemeriahan Festival Cap Go Meh 2018 di Bangka Belitung

Arsan Mailanto, Okezone · Sabtu 03 Maret 2018 07:09 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 03 340 1867384 begini-kemeriahan-festival-cap-go-meh-2018-di-bangka-belitung-Lq2dP15zG1.jpg Perayaan Cap Go Meh di Desa Benteng, Bangka Tengah, Bangka Belitung (Arsan/Okezone)

PANGKALAN BARU - Umat agama Khonghucu meresmikan rumah ibadah Litang Cahaya Kebajikan, berbarengan dengan festival Cap Go Meh (CGM) 2018 di Desa Benteng, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Warga Tionghoa dan masyarakat sekitar pun ramai berdatangan menyaksikan langsung beragam kesenian mulai dari atraksi barongsai, penampilan seni, pawai lampion, dan kemeriahan pesta kembang api, Jumat (2/3/2018) malam.

Tokoh masyarakat Tionghoa, Hermanto Phoeng mengatakan, kegiatan tersebut sangat didukung oleh pemerintah sebagai upaya pembinaan kepada masyarakat dan mengajarkan anak-anak supaya mengenali agama seperti apa yang diyakini oleh orangtuanya.

"Jadi mental anak-anak sejak dini dibangun agar mereka mengetahui agama orang tuanya, dan memang kebetulan bertepatan dengan perayaan Cap Go Meh, yang mana menurut umat Khonghucu sebagai hari raya terakhir Imlek," ujarnya kepada Okezone.

Hermanto yang juga Ketua DPW Partai Perindo Bangka Belitung menjelaskan, Cap Go Meh merupakan hari terakhir dari masa perayaan Tahun Baru Imlek bagi etnis Tionghoa di seluruh dunia.

"Dalam Cap Go Meh, orang-orang membawa persembahan berupa kue keranjang dan melakukan sembayang kue keranjang untuk mengucap syukur dan memohon keselamatan. Ini merupakan rangkaian terakhir perayaan Imlek mencerminkan budaya masyarakat Indonesia sangat toleran," paparnya.

 

Pria yang akrab disapa Aliong itu juga menyampaikan, dalam acara peresmian dan Cap Go Meh ini juga sebagai ajang silahturahmi antara umat Khonghucu. Supaya umat dari seluruh masyarakat Bangka Belitung datang dan berharap umat Khonghucu terus berkembang. Karena sebenarnya umatnya sangat banyak.

"Mungkin karena pembinaannya kurang maksimal, sehingga mereka harus dapat perhatian lebih. Saya harap kepada pemerintah, agar umat Khonghucu tolong diperhatikan agar berkembang dengan baik seperti tercantum dalam UU untuk melindungi setiap umat beragama sama seperti agama-agama lainnya," imbuhnya.

Bupati Kabupaten Bangka Tengah, Ibnu Saleh juga mengungkapkan kegiatan malam ini sebuah langkah awal maju untuk mengenalkan anak-anak tentang agama Khonghucu yaitu agama orangtuanya.

"Jadi kami dari pemerintah sangat mendukung. Nanti litang-litang di sini akan kami bantu pembangunannya untuk agama Khonghucu seperti di Kelenteng ini. Kami juga telah banyak mengunjungi litang, sangat bagus mereka mendidik nilai-nilai kebangsaan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara di Indonesia," ungkapnya.

Tidak hanya mendidik soal agama, lanjut Ibnu tapi juga mengedepankan nilai-nilai kebangsaan, kesenian dan pengetahuan lainnya. Tentunya pemerintah sangat mendukung litang-litang etnis Tionghoa yang beragama Khonghucu.

"Belum juga tadi dalam moment perayaan Cap Go Meh, rakyat bisa bersenang-senang sambil menikmati pemandangan lampion yang telah diberi banyak hiasan," ucap Bupati.

"Sehingga anak-anak kita bisa mengetahui agama orang tuanya sendiri, serta kita berharap agar anak-anak generasi ke depannya bisa tau agamanya sendiri ke depannya umat Khonghucu lebih eksis lagi," pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh pengurus Majelis Agama Khonghucu Indonesia (Makin) Pangkalpinang, Ferardy. Menurutnya, kebetulan Makin di Bangka Belitung ini sudah semakin banyak di setiap kabupatennya itu ada. Jadi peresmian litang ini sekaligus memperingati Cap Go Meh yang artinya berakhirnya masa hari raya Imlek.

"Iya hari ini berakhirnya perayaan Imlek 2018 (16-12-2569). Tadi juga ada atraksi barongsai, kembang api, kemeriahan lampion, penampilan seni dari anak-anak pakin benteng, dan tari seni ibu-ibu lansia. Antusias warga etnis Tionghoa dan masyarakat umum juga tadi ramai datang saling berbaur menyaksikan kesenian," tukasnya.

Ferardy juga berharap seperti pesan pak Bupati tadi, agar anak-anak beragama Khonghucu harus mengenali agama mereka lebih dalam. Karena kita ketahui selama ini di era-era lama agama Khonghucu belum berkembang. Tapi kita sadari sekarang ada program pemerintah sudah bisa berkembang, pembina juga sudah buat Makin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini