nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kuil Parthenon, Tempat Ibadah yang Berubah Menjadi Gereja hingga Masjid

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa 06 Maret 2018 08:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 05 18 1868098 kuil-parthenon-tempat-ibadah-yang-berubah-menjadi-gereja-hingga-masjid-I3acJviZ62.jpg Salah satu ikon Kota Athena, Kuil Parthenon (Foto: Aris Messinis/AFP)

SELAMA berabad-abad, Kuil Parthenon, yang dibangun untuk menghormati Dewi Athena, dewi perang dan kebijaksanaan dalam mitologi Yunani, menjadi salah satu ikon Ibu Kota Athena. Berdiri di atas Bukit Acropolis, Kuil Parthenon adalah salah satu destinasi wisata turis di Athena.

Kuil Parthenon menjadi saksi sejarah peradaban manusia, meski tak semuanya menyenangkan. Salah satunya adalah skandal pemindahan artefak pada awal abad ke-19 yang dilakukan Duta Besar Inggris untuk Konstantinopel (Yunani dulu di bawah kekuasaan Kesultanan Ottoman Turki), Lord Thomas Elgin.

Ia menugaskan sejumlah orang untuk mengambil artefak dari kompleks Kuil Parthenon. Puluhan barang-barang antik yang menghiasi kuil tersebut sejak abad ke-5 Sebelum Masehi (SM), diangkut ke London. Akan tetapi, perlu diakui bahwa saat itu Parthenon itu sudah terlihat rusak.

Melansir dari The Vintage News, Selasa (6/3/2018), sejak didirikan pada 432 SM, Parthenon sudah digunakan untuk kegiatan keagamaan. Di bawah Kekaisaran Byzantium, Kuil Parthenon digunakan sebagai gereja selama ribuan tahun.

Fungsi Kuil Parthenon kembali berganti ketika Kesultanan Ottoman menguasai Yunani pada abad ke-15. Kompleks tersebut diubah menjadi sebuah masjid untuk tempat beribadah umat Islam.

Sejarawan meyakini keputusan itu diambil sesuai perintah Mehmed Si Penakluk, salah satu sultan paling berpengaruh di Ottoman. Mehmed memperluas garis perbatasan Kesultanan Ottoman hingga ke Balkan hingga tentaranya berhasil menaklukkan Athena pada 1458. Ia diduga mengubah Parthenon menjadi sebuah masjid sebagai bentuk hukuman bagi warga Athena karena mencoba melakukan perlawanan.

Namun, perubahan bentuk pada Parthenon tetap lebih banyak dilakukan pada masa pendudukan Byzantium daripada Ottoman. Ketika digunakan sebagai masjid, para tentara Ottoman beribadah di bawah sejumlah ornament dan lukisan bermotif Kristiani, termasuk mosaik Santa Perawan Maria.

Wajah Bukit Acropolis berubah ketika terjadi ledakan pada 1687 yang menghancurkan masjid tersebut. Ottoman lantas membangun masjid kedua di dekat kompleks Kuil Parthenon. Sejarawan, Jenifer Neils, mendeskripsikan masjid itu lebih kecil dan simpel serta dilengkapi corak khas Kesultanan Ottoman.

Neils menuturkan, interior masjid kedua itu ditutup oleh sebuah kubah yang ditinggikan di atas transisi segi delapan, dengan kubah domisial kecil di atas teras. Meski kecil, seorang penjelajah Inggris yang berkunjung ke masjid itu pada abad ke-17 mengatakan, Bukit Acropolis memiliki masjid paling bagus di dunia.

Masjid itu berdiri di Bukit Acropolis hingga pada dekade 1820 ketika bukit tersebut menjadi tempat pengepungan selama Perang Kemerdekaan Yunani. Meski demikian, tidak ada renovasi signifikan terhadap Kuil Parthenon selama puluhan tahun ke depan, setidaknya hingga dekade 1890.

Di bawah pengawasan arsitek kenamaan Yunani, Nikolaos Balanos, upaya rekonstruksi Kuil Parthenon yang hancur itu dimulai. Ia mendirikan kembali sejumlah tiang yang rusak parah akibat ledakan pada 1687 serta menugaskan pemulangan artefak-artefak yang diambil oleh Lord Elgin.

Balanos juga menguatkan tembok dalam Kuil Parthenon, tetapi metode yang digunakannya justru merusak keindahan kuil. Sebab, ia menggunakan penjepit besi demi menahan seluruh karya seni yang dahulu dikerjakan dengan tangan itu.

Tentu saja besi kemudian berkarat. Alhasil, penjepit besi itu merusak bagian-bagian dari Kuil Parthenon. Pada 1975, di bawah arsitek Manolis Korres, upaya reservasi menghabiskan biaya hingga USD90 juta. Namun, hasilnya sangat indah karena Kuil Parthenon tampak megah seperti awal dibangun. Sementara itu, komponen serta artefak asli kuil disimpan di Museum Acropolis demi memudahkan perawatan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini