nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jumlah Korban Tewas Gempa Papua Nugini Bertambah Jadi 67 Orang

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 05 Maret 2018 16:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 05 18 1868145 jumlah-korban-tewas-gempa-papua-nugini-bertambah-jadi-67-orang-VATR4DYUy7.jpg Foto: Reuters

PORT MORESBY - Jumlah korban tewas akibat bencana gempa bumi berkekuatan 7,5 skala Richter (SR) yang terjadi di dataran tinggi Papua Nugini pekan lalu bertambah menjadi 67 orang. Data ini didapat dari Palang Merah Papua Nugini di saat gempa susulan terus mengguncang negara Melanesia itu.

BACA JUGA: Sepekan Pasca Gempa Papua Nugini, 150 Ribu Orang Belum Mendapatkan Bantuan

"Pusat bencana nasional memperkirakan bahwa 67 orang telah meninggal dan 500 lainnya terluka," kata Pimpinan Palang Merah Papua Nugini, Udaya Regmi sebagaimana dilansir CNN, Senin (5/3/2018).

"Sangat sulit mendapatkan informasi yang akurat karena kerusakan jalan dan lokasi wilayah yang terpencil dan kekasaran wilayah, tapi diperkirakan 143.000 orang telah terkena dampak dan 17.000 orang mengungsi," tambahnya.

Pada 26 Februari, gempa dahsyat yang mengguncang daerah Porgera di Provinsi Enga, Papua Nugini, menyebabkan longsor, menghancurkan bangunan dan merusak tambang gas besar di dekat lokasi. Gempa tersebut dikuti rangkaian gempa susulan, termasuk gempa berkekuatan 6,0 SR terjadi di wilayah yang sama pada Senin, 5 Maret sekira 600 kilometer dari Ibu Kota Port Moresby.

Perdana Manteri Papua Nugini, Peter O'Neill telah mengumumkan keadaan darurat di daerah yang terkena dampak dan memerintahkan upaya pemberian bantuan. Namun, lokasi daerah yang terpencil, dan rusaknya sarana transportasi serta komunikasi membuat upaya tersebut sulit dilakukan.

BACA JUGA: Pasca-Gempa 7,5 SR, Papua Nugini Terbitkan Status Darurat

Laporan dari Program Pangan Dunia PBB memperkirakan 465.000 orang terkena dampak bencana gempa tersebut. Dari jumlah tersebut, 143.000 memerlukan bantuan kemanusiaan yang mendesak dan 64.000 menderita ancaman kekurangan pangan yang parah.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini