Mabes Polri Masih Analisis Penyebab Kematian Eks Wakapolda Sumut

Avirista Midaada, Okezone · Senin 05 Maret 2018 22:55 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 05 519 1868373 mabes-polri-masih-analisis-penyebab-kematian-eks-wakapolda-sumut-qHmRCztb8U.jpg Olah TKP Rumah Eks Wakapolda Sumut di Kota Malang (foto: Avirista Midaada/Okezone)

MALANG - Memasuki hari ke-9 pasca meninggalnya eks Wakapolda Sumatera Utara Kombes Pol (Purn) Agus Samad belum ada titik terang. Kepolisian dari Mabes Polri dan Polda Jawa Timur masih menganalisis penyebab kematian korban.

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Frans Barung Mangera mengakui masih menunggu hasil analisis Mabes Polri terkait penyebab pasti kematian perwira menengah polisi tersebut.

(Baca Juga: Pembunuhan Eks Wakapolda Sumut, Teka-teki Temuan Cairan Serangga di Mulut Korban)

"Masih proses analisis di Mabes. Ini masih satu proses lagi," ungkap Barung saat dihubungi Okezone, Senin (5/3/2018).

Polisi saat melakukan olah TKP di rumah korban (Avirista Midaada/Okezone) 

Namun ia enggan untuk menjelaskan analisis yang mana yang dilakukan Mabes Polri. "Rahasia itu kepentingan penyelidikan," tegasnya.

Mabes Polri memang mengirimkan tim Laboratorium Forensik (Labfor) pada Kamis 1 Maret 2018 guna membantu olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan Polda Jawa Timur dan Inafis Polres Malang Kota. Labfor Mabes Polri memeriksa kembali adanya sampel darah dan muntahan yang masih terdapat di TKP guna diteliti lebih lanjut.

Di sisi lain, Barung juga membantah beredarnya kabar penangkapan pelaku dugaan pembunuhan Agus Samad tersebut. "Belum ada pelaku," jawabnya singkat.

Namun Barung optimis polisi akan segera menemukan titik terang mengungkap kematian eks Wakapolda Sumut ini. "Progresnya memang begitu," ujarnya.

Hingga saat ini polisi masih belum dapat menyimpulkan penyebab kematian Kombes Pol (Purn) Agus Samad, apakah dibunuh atau bunuh diri.

Sebelumnya, warga Perumahan Bukit Dieng Permai dikejutkan penemuan jasad purnawirawan mantan Wakapolda Sumatera Utara yang tewas bersimpah darah dengan kondisi kali terikat tali rafia hitam di taman belakang rumahnya di Perumahan Bukit Dieng Permai MB 9, pada Sabtu pagi 24 Februari 2018.

(Baca Juga: Polisi Kembali Periksa Istri dan Anak Mantan Wakapolda Sumut yang Ditemukan Tewas)

Diduga korban yang berusia 71 tahun ini menjadi korban pembunuhan karena ditemukan sejumlah bercak darah di ruang makan yang berjarak 10 meter dari penemuan jasad korban.

Polisi hingga kini sudah memeriksa sejumlah saksi dari istri, anak, saudara, dan kerabat korban. Pihak kepolisian juga telah memeriksa petugas keamanan, tetangga, dan saksi mata saat pertama kali menemukan korban tewas.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini