Ditinggal Dedi Mulyadi, Penjual Miras di Purwakarta Berani Jual Terang-terangan

Mulyana, Jurnalis · Selasa 06 Maret 2018 00:28 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 05 525 1868361 ditinggal-dedi-mulyadi-penjual-miras-di-purwakarta-berani-jual-terang-terangan-x8golk8zq1.jpg foto: Illustrasi

PURWAKARTA - Peredaran minuman keras (miras) di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mulai tak terkontrol. Saat ini, kembali marak penjual miras ini. Bahkan, keberadaannya nyaris terang-terangan.

Padahal, sejak beberapa tahun lalu, atau saat Dedi Mulyadi menjabat bupati di wilayah tersebut peredaran miras hampir tidak ada. Terlebih, saat Dedi kala itu membuat aturan tegas soal miras ini. Sayangnya, pasca ditinggal Dedi, penjualan miras di wilayah ini kembali marak.

Saat ini, sebagian masyarakat mulai resah dengan kembali beredarnya minuman memabukkan tersebut di wilayah itu. Apalagi, tak hanya berkedok depot jamu, para penjual miras pun mulai berkamuflase dengan bisnis lain. Salah satunya tempat hiburan malam (THM), semisal tempat karaoke keluarga.

Mungkin, dengan kembali maraknya peredaran miras di wilayah itu, saat ini masyarakat bisa membeli barang haram tersebut dengan sangat mudahnya.

Untuk diketahui, saat ini keberadaan THM di wilayah ini berkembang pesat bak jamur di musim hujan. Sebut saja salah satunya, tempat karaoke dan cafe.

Sayangnya, keberadaan sebagian besar THM ini‎ disinyalir masih belum mengikuti aturan daerah yang dikeluarkan pemkab setempat. Selain banyak yang tak berizin, masyarakat menduga keberadaan THM ini menjadi lokasi yang rentan dengan aktifitas yang berbau negatif.

Pasalnya, ada sebagian THM ini diduga menjual minuman memabukan berbagai golongan dengan kadar alkohol dari mulai 5 persen, hingga lebih dari 40 persen. Tak hanya itu, para pengelola pun ternyata menyediakan wanita muda berpakaian seksi. Mereka, diberdayakan menjadi pemandu lagu atau Ladies Companion (LC).

Hikam (30), salah seorang warga Purwakarta, membenarkan tentang kabar negatif soal THM ini. Dirinya, pernah berkunjung ke salah satu THM yang lokasi di sekitar Jalan Veteran.

"Benar, di lokasi itu minuman beralkohol berbagai jenis dijual bebas. Saya kemarin sempat pesan jenis Chivas Regal, ehh ternyata ada. Harganya sekitar Rp1,7 juta per botol," ujar Hikam, Senin (5/3/2018).

Dia pun mengaku heran, karena ternyata saat ini miras dijual sebebas itu. Padahal, dua tahun lalu pemerintah telah membuat larangan soal penjualan miras ini.

"Waktu Pak Dedi bupatinya, kalau ada tempat yang menjual miras pasti langsung ditutup. Bahkan, dulu sempat banyak depot jamu yang dibongkar karena kedapatan menjual miras. Kok sekarang mah bebas ya, " seloroh dia.

Sementara itu, Ketua Dewan Penasehat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Purwakarta, KH Abun Bunyamin mengaku prihatin dengan kembali meningkat peredaran miras di wilayah ini.

Apalagi, peredaran miras sudah seperti sangat bebasnya di sejumlah tempat hiburan malam. Menurutnya, aparat sudah harus bertindak tegas menyikapi hal tersebut.

"Kondisi ini jangan sampai dibiarkan berlarut-larut. Aparat harus segera bertindak tegas," ujar Abun melalui selulernya.

Menurut Abun, miras ini merupakan sumber dari berbagai penyakit masyarakat. Bahkan, dari sisi agama, sudah jelas hukumnya. Karena mengandung alkohol, maka minuman ini haram hukumnya.

Dampak dari miras, lanjut Abun, salah satunya memicu peningkatan kenalakan remaja. Bisa saja, remaja itu setelah mabuk-mabukan, jadi berantem, mencopet, menodong, bahkan melakukan tindakan asusila.

Untuk itu, pihaknya meminta supaya aparat terkait segera turun ke lapangan. Untuk merazia tempat hiburan malam. Dengan mengintensifkan razia, diharapkan bisa memutus mata rantai pendistribusian miras ini.

"Intinya harus ada ketegasan dari aparat. Jangan sampai peredaran mihol ini dibiarkan berlarut-larut," tegas dia.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini