nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bridegroom's Oak, Pohon Tempat Pasangan Mencari Jodoh Lewat Surat

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Rabu 07 Maret 2018 08:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 06 18 1868615 bridegroom-s-oak-pohon-tempat-pasangan-mencari-jodoh-lewat-surat-3dlkoWPQyM.jpg Pohon ek bernama Bridegroom's Oak ini menerima 1.000 pucuk surat cinta setiap tahunnya (Foto: Armin von Werner/Wikimedia Commons)

BANYAK cara yang bisa ditempuh untuk menemukan cinta sejati. Salah satunya adalah lewat biro jodoh atau mendaftar lewat aplikasi kencan seperti Tinder. Akan tetapi, ada juga yang mengirimkan sepucuk surat ke sebatang pohon di Eutin, Jerman.

Pohon yang diberi nama The Bridegroom’s Oak itu menerima hampir 400 pucuk surat setiap harinya. Puluhan surat itu dikirim tidak hanya dari Jerman, tetapi juga dari para pencari cinta sejati di seluruh dunia dengan harapan seseorang akan membacanya dan membalas surat tersebut.

Sedikit terdengar tidak masuk akal, tetapi bagi para pencari cinta sejati cara itu dinilai cukup romantis. Mereka berharap takdir bekerja dengan caranya sendiri untuk membawa kepada cinta sejati yang lama dinanti. Tak heran, pohon The Bridegroom’s Oak itu masih populer bahkan di era digital seperti sekarang.

“Ada semacam magis dan romansa tentang pohon itu. Di internet, fakta-fakta dan pertanyaan menyatukan pasangan, tetapi di sebatang pohon, itu adalah sebuah kebetulan yang indah, seperti takdir,” ujar seorang tukang pos yang mengantarkan surat ke pohon itu, mengutip dari Oddity Central, Rabu (7/3/2018).

Pohon ek itu memang sudah berusia 500 tahun, tetapi baru menjadi biro jodoh atau mak comblang sekira 100 tahun lalu, di mana The Bridegroom’s Oak menjadi pusat kisah cinta legendaris. Pada 1890, seorang gadis lokal bernama Minna jatuh cinta dengan seorang pemuda bernama Wilhelm.

Akan tetapi, ayah Minna melarang jalinan kasih antara putrinya dengan si pembuat cokelat. Ia melarang Minna bertemu kekasih hatinya itu. Alih-alih menyerah, dua sejoli itu menemukan cara baru untuk saling bertemu, yakni dengan cara bertukar surat cinta lewat sebatang pohon. Keduanya rutin menyisipkan sepucuk surat di lubang pohon ek yang kini dikenal sebagai The Bridegroom’s Oak.

Setelah lebih dari satu tahun, ayah Minna akhirnya mengetahui kisah cinta putrinya dengan Wilhelm masih terjalin. Alih-alih marah dan menghukum keduanya, ia lantas mengizinkan pasangan itu untuk menikah. Menurut cerita, dua sejoli itu menikah pada 2 Juni 1891 di bawah rindangnya pohon ek itu.

Cerita pasangan Minna dan Wilhelm itu menyebar dengan cepat ke Eutin dan sekitarnya. Dalam waktu singkat, orang-orang yang sulit menemukan jodoh pun mencoba peruntungannya lewat lubang-lubang di pohon ek tersebut.

Pada 1927, pohon ek itu akhirnya diberi nama Brautigamseiche atau The Bridegroom’s Oak dalam bahasa Jerman. Saking populernya, Kantor Pos Jerman, Deutsche Post, memberikan alamat serta kode pos khusus sehingga semua orang dari seluruh Jerman dan dunia dapat mengirimkan surat ke sana.

Para pencari cinta sejati yang berkunjung langsung ke Bridegroom’s Oak cukup mematuhi satu aturan simpel. Mereka bisa melihat seluruh surat di lubang pohon, dan harus mengambil sepucuk surat yang sekirakan akan mereka balas. Jika sudah menemukan satu, maka surat lain harus dikembalikan ke dalam lubang agar orang lain dapat menemukan tulang rusuknya yang hilang.

“Pohon itu menerima sekira 1.000 pucuk surat setiap tahun. Sebagian besar datang ketika musim panas. Saya duga itu waktu terbaik bagi semua orang untuk jatuh cinta,” ujar seorang juru bicara Deutsche Post.

Apakah magis pohon ek itu benar adanya? Setidaknya ada satu orang yang bisa dijadikan contoh, namanya Karl Heinz Martens. Sebagai seorang tukang pos, ia rutin mengirim surat ke pohon ek itu selama 20 tahun terakhir. Pada satu kesempatan, Martens diundang untuk tampil di sebuah acara televisi.

Tidak lama setelah tampil, seorang perempuan di Hamburg mengirimkan sepucuk surat baginya lewat Bridegroom’s Oak. Keduanya lantas saling berbalas surat. Martens dan perempuan itu kini sudah menikah dan hidup bahagia. Tidak ada salahnya mencoba mengirimkan surat ke Bridegroom’s Oak jika ingin menemukan cinta sejatinya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini