nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPU Bali Larang Paslon Gubernur Pasang Iklan Ucapan 'Selamat Hari Raya Nyepi'

Nurul Hikmah, Jurnalis · Selasa 06 Maret 2018 15:48 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 06 340 1868639 kpu-bali-larang-paslon-gubernur-pasang-iklan-ucapan-selamat-hari-raya-nyepi-VfCRjnZZia.jpg KPU Bali (Foto: Nurul Hikmah)

DENPASAR - Setiap pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dilarang memasang ucapan hari selamat hari raya Nyepi di baliho dan iklan baik di media cetak maupun elektronik. 

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bali, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi usai rapat menyongsong hari raya Nyepi pada masa kampanye pemilihan gubernur dan wakil gubernur Bali di Kantor KPUD Bali, Renon, Denpasar, Selasa (6/3/2018).

"Terkait ucapan selamat hari Nyepi itu tadi dibahas apakah boleh dipasang seperti alat peraga atau bagaimana. Tadi sudah ditegaskan bahwa terkait dengan alat peraga pilkada adalah alat yang dipasang oleh KPU. Dan titiknya sudah ditentukan atau yang dipasang oleh pasangan calon yang sudah melewati KPU," terangnya.

(Baca Juga: Warga Denpasar Curhat Sulit Dapat Akses ke Pantai untuk Upacara ke Wayan Koster)

"Jadi, mereka tidak boleh memasang iklan atau baliho untuk mengucapkan selamat hari raya Nyepi baik itu di media cetak maupun elektronik. Hal tersebut sudah sesuai dengan undang-undang. KPU sudah memiliki jadwal kampanye bagi pasangan calon," imbuhnya.

Dia menjelaskan, untuk meminimalisir adanya pelanggaran masa kampanye bahwa Bawaslu sudah menegaskan bahwa dalam perayaan Nyepi pasangan calon dilarang memasang alat peraga kampanye sendiri.

"Jadi, misalnya apakah boleh salah satu pasangan calon kampanye memasang baliho ucapan selamat selain yang diatur oleh KPU. Itu juga sudah tegas yang diatur oleh peraturan KPU," tegasnya.

Apabila ada pasangan calon yang melanggar hal tersebut, sambungnya, Bawaslu pasti akan memberikan sanksi. "Kalau ada yang melanggar nanti Baswaslu yang akan menindak," paparnya.

(Baca Juga: Optimis Menang, Ribuan Warga Kota Denpasar dan Gianyar Dukung Koster-Ace di Pilgub Bali)

Pihaknya mengimbau pada pelaksanaan kampanye agar memperhatikan menghormati perayaan-perayaan keagaman. 

"Dari jadwal yang disusun oleh KPU Bali memang sudah memperhatikan perayaan hari keagamaan. Bukan saja untuk umat beragama Hindu tapi untuk perayaan umat beragam lain. Jadi, saat hari H itu memang tidak ada kampanye," pungkasnya. 

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Bali, I Ketut Rudia mengatakan, meskipun pasangan calon gubernur Bali itu adalah ketua partai tetap tidak boleh memasang ucapan selamat hari raya Nyepi. 

"Kami tegaskan hal tersebut tidak boleh dilakukan, karena dia juga masuk dalam peserta pemilu," ucapnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini