nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Seorang Ibu Muda Tega Jual Bayinya untuk Modal Merantau ke Malaysia

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Selasa 06 Maret 2018 16:38 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 06 340 1868671 seorang-ibu-muda-tega-jual-bayinya-untuk-modal-merantau-ke-malaysia-MS7ctsKRQA.jpg Ibu Muda Berinisial NA Ditangkap karena Jual Bayinya (foto: Ist)

MEDAN – Seorang ibu muda berinisial NA (36), warga Jalan Durian, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara ditangkap polisi saat akan berangkat ke Malaysia pada Sabtu 3 Maret 2018 lalu.

NA ditangkap, karena patut diduga telah menjual anak kandungnya sendiri yang masih berusia 5 bulan. Ia menjual anak kandungnya seharga Rp2,8 juta dan uang hasil penjualan bayi tersebut digunakan untuk merantau ke Malaysia.

(Baca Juga: Ngaku Butuh Biaya Kerja ke Kalimantan, Ibu di Kediri Tega Jual Bayinya)

Wakapolres Tanjung Balai, Kompol Taryono Raharja mengatakan, penangkapan terhadap NA dilakukan setelah polisi menerima laporan dari seorang pria berinisial PH (52) yang mengaku sebagai suami siri NA dan ayah dari bayi yang dijual NA.

“Jadi sebelum NA berangkat ke Malaysia, PH sempat mendatanginya dan menanyakan keberadaan bayi tersebut. NA kemudian mengaku sudah menjual bayi mereka kepada orang lain. Karena merasa berhak atas bayi itu, PH kemudian melaporkan penjualan tersebut kepada kita, dan kemudian kita lakukan penangkapan terhadap NA,” kata Kompol Taryono, Selasa (6/3/2018).

Ibu Muda Berinisial NA Ditangkap karena Jual Bayi (foto: Ist)

Kompol Taryono mengatakan, NA tega menjual bayinya karena sudah tak tahan dengan derita ekonomi yang harus ditanggung sendiri akibat sang suami siri yang tidak memenuhi kebutuhan mereka.

NA dan PH, lanjut Taryono, menikah secara agama di wilayah Silo Lama, Air Joman, Asahan, pada April 2017. Ketika itu PH bekerja sebagai juru parkir sudah punya istri dan 9 orang anak. Dari pernikahan NA dan PH, lahir bayi laki-laki.

Belakangan pasangan ini diketahui sering cekcok. Pemicunya, NA menuding PH lebih peduli pada keluarga dari istri pertamanya. Sementara kebutuhan dia dan bayinya tidak dipenuhi. NA mengaku tak sanggup lagi menghidupi putranya yang sudah berusia 5 bulan dan ingin berpisah dari PH.

“Dia memilih menitipkan anaknya kepada orang yang mampu menjaga,” jelas Taryono.

Belakangan NA diketahui menyerahkan bayinya kepada LS, setelah mendapat perantara dari I, R dan DB. Atas penyerahan bayi itu, NA menerima imbalan senilai Rp2,8 juta.

(Baca Juga: Bayi Baru Lahir Dijual Seharga Rp7-15 Juta)

“Bayi tersebut kita titipkan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tanjung Balai sampai penyelidikan ini selesai. Kita masih melakukan penyelidikan atas kasus ini, termasuk atas keterlibatan sejumlah orang yang saat ini masih berstatus saksi,” tegas Taryono.

“Sejauh ini, kita sudah menetapkan status tersangka kepada NA. Dia kita jerat dengan Pasal 83 Jo Pasal 76 F dari UU No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun penjara dan minimal Rp60 juta dan maksimal Rp300 juta,” tandasnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini