nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pimpinan Redaksi Media di Medan Dikeroyok Sopir Taksi Online di Depan Keluarganya

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Selasa 06 Maret 2018 17:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 06 340 1868696 pimpinan-redaksi-media-di-medan-dikeroyok-sopir-taksi-online-di-depan-keluarganya-SFT1xs5xlK.jpg Pimpinan Redaksi Media di Medan, Teuku Yudhistira/Kiri Lapor Polisi Usai Dikeroyok Sopir Taksi Online (foto: Wahyudi/Okezone)

MEDAN – Seorang pimpinan redaksi pada surat kabar harian terbitan Medan, Teuku Yudhistira dikeroyok sekelompok orang yang diduga sopir taksi online Go-Car di areal parkir pusat perbelanjaan Brastagi Supermarket, Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Selasa (6/3/2018).

Yudhistira dikeroyok di depan anggota keluarganya yang baru saja selesai berbelanja di pusat perbelanjaan itu. Termasuk anaknya yang masih kecil.

(Baca Juga: Pimpinan Redaksi Media di Medan Dikeroyok Sopir Taksi Online)

Akibatnya Yudhistira mengalami luka di bagian rusuk dan kepalanya. Peristiwa pengeroyokan itu pun kemudian dilaporkan ke Mapolsekta Medan Baru, Resort Kota Medan.

Di kantor polisi, Yudhistira mengaku, aksi pengeroyokan itu bermula ketika ia memesan taksi online lewat aplikasi Go-Car untuk mengantarkan anak, istri dan mertuanya pulang ke rumah mereka di kawasan Jermal, Kecamatan Medan Denai. Namun taksi online yang dipesannya tak kunjung datang.

Bahkan, setelah dihubungi berulang kali sopir juga tak kunjung datang. "Sudah saya telponi tapi tidak respon. Karena terlalu lama saya cancel orderan," kata Yudhistira

Yudhistira lalu melakukan orderan kedua. Namun karena jaraknya dianggap terlalu jauh, sopir meminta untuk di cancel. Yudhistira memesan taksol lagi. Namun setelah dihubungi berulang kali, sopir juga tak kunjung menjawab telpon.

"Saya cancel lagi, gak lama langsung berdatangan sopir-sopir itu menuju saya," tuturnya.

Para sopir langsung mengerumuni dan memaki-maki Yudhistira. Bahkan sopir yang diperkirakan berjumlah 20 orang itu ada yang memukul Yudhistira. Kejadian pengroyokan disaksikan langsung oleh anak, istri dan mertuanya.

"Mertua saya sampai menangis. Sempat melindungi saya. Tapi mereka tetap memukuli saya," tegasnya.

(Baca Juga: 2 Pengamen Dikeroyok Driver Ojek Online, 1 Tewas Mengenaskan)

Yudhistira berharap, polisi dapat segera melakukan penyelidikan dan menangkap para pelaku. "Ini sudah tindakan kriminal. Kenapa lah mereka bisa berbuat begitu. Padahal itu mata pencaharian mereka. Seharusnya mereka harus ramah kepada konsumen. Karena itu sudah prosedur mereka. Bahkan kalau orderan itu fiktif mereka tidak boleh begitu. Ini saya yang order tidak fiktif harus dikeroyok. Ini tindakan yang tidak bisa ditolerir," pungkasnya.

Sementara itu pihak Go-jek yang dikonfirmasi enggan memberikan komentar. Supervisor Driver Services Unit Go-Jek Panca hanya meminta wartawan untuk menghubungi pihak Public Relations Go-Jek.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini