nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cookies ala Mahasiswa IPB Ini Dapat Perlambat Penuaan untuk Lansia

Shara Nurachma, Jurnalis · Rabu 07 Maret 2018 11:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 06 65 1868617 cookies-ala-mahasiswa-ipb-ini-dapat-perlambat-penuaan-untuk-lansia-W3EPnahZRQ.jpg Foto: Dok IPB

JAKARTA - Mahasiswa Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor (IPB) Nina Dwinova berhasil menciptakan cookies untuk kaum lansia yang kaya antiokasidan dan bisa menangkal radikal bebas.

Nina menggunakan tepung mokaf dan bekatul serta minyak sawit merah untuk pembuatan cookies ini sebagai pangan fungsional bagi lansia. Bahan dasar yang ia gunakan untuk pembuatan cookies ini, seperti minyak sawit merah, bekatul, dan umbi-umbian singkong merupakan bahan-bahan yang sangat mudah didapatkan dan ketersediaannya melimpah di Indonesia, tetapi belum dimanfaatkan secara maksimal.

Pemurnian minyak sawit kasar atau CPO (Crude Palm Oil) akan menghasilkan minyak sawit merah yang mengandung antioksidan provitamin A potensial dan 15-300 kali retinol ekuivalen dibandingkan dengan wortel, sayuran daun dan tomat. Sedangkan bekatul adalah hasil sampingan dari penggilingan gabah, yaitu lapisan sebelah dalam butiran padi. Bekatul memiliki nilai gizi yang baik, karena mengandung asam lemak esensial, serat pangan, protein bermutu baik, vitamin B, E, dan juga oryzanol. Bekatul juga memiliki khasiat bagi kesehatan, seperti menurunkan kadar lemak jahat dalam darah, serta sebagai antioksidan dan antiproliferasi sel kanker.

Untuk tepung bahan cookies ini, Nina menggunakan tepung mokaf yang merupakan modifikasi tepung singkong dengan perlakuan fermentasi menggunakan bakteri asam laktat, sehingga dihasilkan tepung singkong dengan karakteristik hampir menyerupai tepung terigu, perbedaan tepug mokaf dan tepung terigu biasa, terdapat pada kandungan gluten penentu kekenyalan yang tidak dimiliki mokaf. Selain itu kandungan karbohidrat tepung mokaf juga lebih tinggi dan daya gelasi tepung mokaf lebih rendah dari pada terigu. Penggunaan mokaf sebagai bahan substitusi pangan berbasis terigu juga dinilai berguna untuk menekan impor tepung terigu yang sangat tinggi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa takaran formula substitusi bekatul sebanyak 20% menjadi formula terpilih berdasarkan hasil uji daya terima sebanyak 76% dari 25 orang lansia menyukai cookies tersebut.

Kandungan dalam 100 gr cookies dengan formula 20% bekatul tersebut, yakni memiliki aktivitas antioksidan 61.60 AEAC/100 g dan total karoten 12.5 mg/Kg. Takaran saji cookies adalah 4 keping dengan berat 48 g, dapat berkontribusi terhadap asupan selingan dalam sehari yaitu 10-25% AKG (Angka Kecukupan Gizi). Kontribusi terhadap AKG lansia untuk energi sebesar 11-18%, protein 7-9%, lemak 21-34%, karbohidrat 8-12%, dan serat 8-14%.

Nina membuat cookies ini karena ia melihat kebutuhan lansia akan asupan antioksidan yang optimal sangat penting untuk menangkal radikal bebas dan juga memperlambat proses penuaan yang bisa menyebabkan penurunan daya tahan dan fungsi fisiologis pada tubuh sehingga rentan terhadap berbagai penyakit, baik penyakit menular maupun penyakit tidak menular, seperti hipertensi, stroke, diabetes, dan radang sendi.

“Cookies ini tergolong makanan yang praktis, mudah dibawa, awet, dan banyak digemari oleh berbagai kalangan usia. Produk cookies ini dapat diklaim sebagai produk pangan sumber vitamin A dan serat,” ujar Nina seperti dilansir laman IPB, Rabu (7/3/2018)

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini