Cegah Penyakit Kardiovaskular, Peneliti IPB Racik Sup Krim Tinggi Serat

Shara Nurachma, Jurnalis · Kamis 08 Maret 2018 11:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 06 65 1868752 cegah-penyakit-kardiovaskular-peneliti-ipb-racik-sup-krim-tinggi-serat-n9ESeGOkY1.jpg Foto: Dok IPB

JAKARTA - Tiga peneliti Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil meracik sup krim berbahan dasar labu kuning dan daun torbangun. Sup tersebut dapat meningkatkan konsumsi serat, antioksidan, dan diharapkan dapat menjadi alternatif pangan fungsional yang berpotensi mencegah penyakit kardiovaskular.

Mereka adalah Prof. Muhammad Rizal Martua Damanik, Dr. Eny Palupi STP, serta Irma Nurmala. Prof Muhammas Rizal mengatakan, terdapat tiga takaran formula yang diujicobakan berdasarkan taraf penambahan serbuk torbangun, yaitu formula 1 menggunakan 750 mg torbangun, formula 2 dengan 1000 mg torbangun, dan formula 3 menggunakan 1250 mg torbangun. Hasil ketiga uji coba tersebut menunjukkan formula 3 sebagai formula terpilih dengan nilai kapasitas antioksidan berada pada kisaran 46.145 – 48.029 mg/100 g AEAC.

Sifat kimia sup krim dari formula 3 ini menunjukkan kadar air sebanyak 81%, abu 2.04 %, lemak 1.86%, protein 2%, karbohidrat 13.84%, serat pangan 4.8%, dan kapasitas antioksidan 48.029 mg/100 g AEAC. Produk sup krim terpilih memberikan kontribusi terhadap ALG (Angka Label Gizi) kelompok umum sebesar 5.6% energi, 5% protein, 4.16% lemak, 6.39% karbohidrat, dan 24% serat pangan.

“Tanaman torbangun dan labu kuning diolah menjadi sup krim karena jenis makanan ini berbentuk cair kental yang mulai banyak dikonsumsi dan disukai masyarakat sebagai menu sarapan atau selingan. Sebagian besar produk sup krim yang beredar di pasaran menggunakan bahan dasar tepung terigu. Sup krim instan berbasis labu kuning memiliki daya terima yang baik, dan memiliki keunggulan dari segi gizi karena mengandung betakaroten yang tinggi. Produk sup krim terpilih dapat diklaim sebagai pangan sumber serat,” ujar Prof. Muhammad Rizal seperti dilansir laman IPB, Kamis (8/3/2018).

Alasan pembuatan sup krim ini, lanjut dia, setelah mengamati perubahan gaya hidup serta pola makan orang modern yang banyak makan makanan tinggi energi, kolesterol dan lemak jenuh, juga kurangnya konsumsi serat. Akibatnya menjadi faktor pemicu penyakit kardiovaskular yang merupakan penyakit tidak menular penyumbang utama kematian terbesar di dunia. Bahkan saat ini banyak masyarakat usia produktif yang sudah terkena penyakit degenerative atau penyakit kardiovaskular. Kondisi tersebut dapat diperbaiki dengan memodifikasi pola konsumsi dengan diet pangan fungsional yang kaya serat dan antioksidan. Oleh karena itulah, tim peneliti IPB ini mencoba meracik sup krim berbahan labu kuning dan torbangun.

Tanaman torbangun sendiri merupakan tanaman yang banyak mengandung zat gizi mikro dan zat bioaktif. Komponen bioaktif dalam daun torbangun berfungsi sebagai antioksidan. Selain itu, daun torbangun juga dapat meningkatkan volume ASI, menurunkan keluhan sindrom pramenstruasi, berkhasiat sebagai anti-fungal dan/atau antibacterial, dan analgesik. Diperlukan pengembangan kombinasi torbangun dengan bahan pangan lain karena rasa torbangun yang getir dan berbau langu agar menjadi produk menjadi produk makanan yang dapat diterima dan dikonsumsi masyarakat. Selain torbangun, labu kuning juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi bahan pangan fungsional, karena labu kuning mengandung serat yang tinggi dan betakaroten sebagai antioksidan.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini