ICMI Minta Kepala Daerah dan Pendukungnya Jangan Gunakan Medsos untuk Tebar Kebencian

ant, Jurnalis · Rabu 07 Maret 2018 16:09 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 07 337 1869198 icmi-minta-kepala-daerah-dan-pendukungnya-jangan-gunakan-medsos-untuk-tebar-kebencian-cq5VAw6jcZ.jpg Jimly Asshiddiqie (Heru/Okezone)

JAKARTA - Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) mengimbau para calon kepala daerah dan masyarakat terutama pendukungnya tidak menggunakan media sosial untuk saling menghujat dan menebar kebencian dalam tahun politik 2018.

"Media sosial jangan dijadikan ajang saling menghujat dan menebar kebencian, lebih baik jika media sosial dijadikan media sosialisasi program politik masing-masing calon," ujar Ketua Umum ICMI Prof Jimly Asshiddiqie dalam diskusi Peta Politik Indonesia di Jakarta, Rabu (7/3/2018).

ICMI juga mengimbau para calon kepala daerah dan wakilnya tetap menjaga dan mengutamakan persatuan bangsa Indonesia dengan tidak mempertajam politik identitas.

Ia pun meminta pemerintah tegas menindak semua pihak dari kelompok tertentu yang menggunakan atau menyalahgunakan kebebasan media sosial.

Menurut dia, tidak perlu menciptakan persepsi seakan polisi tidak adil dan berpihak sehingga semuanya yang menyalahgunakan harus ditindak.

"Soal nanti terbukti atau tidak biar nanti diproses pengadilan karena proses itu sama penting dengan hasilnya, belum tentu nanti hasilnya terbukti bersalah," tutur Jimly.

Penindakan tegas bukan menunjukkan negara membenci seseorang, ucap dia, tetapi negara harus mendidik banyak orang, bahwa tindakan menyebar hoaks, menebar kebencian, tidaklah benar.

Penindakan secara tegas perlu dilakukan agar penyalahgunaan media sosial tidak berlarut-larut hingga 2019. "Kurang lebih akan berlarut sampai 2019, tetapi harus dikurangi karena habis sama sekali sulit," kata Jimly.

Secara organisasi, ICMI akan bersikap netral dalam Pilkada 2018 serta akan mendukung semua calon yang bertujuan memajukan daerahnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini