nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Petugas Ungkap Model Baru Pengiriman Miras Ilegal dari Sumatera ke Banten

Hambali, Jurnalis · Rabu 07 Maret 2018 01:36 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 07 338 1868923 petugas-ungkap-model-baru-pengiriman-miras-ilegal-dari-sumatera-ke-banten-aLDh84Qanw.jpg Petugas memperlihatkan barang bukti miras yang berhasil diamankan. Foto Okezone/Hambali

TANGERANG SELATAN - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) kantor Wilayah Banten berhasil mengungkap model baru pengiriman minuman keras ilegal yang dipasok dari Sumatera. Minuman beralkohol tinggi itu disembunyikan dibawah tumpukan kelapa dan kayu, lalu ditutupi terpal.

Kepala Kantor DJBC Kantor Wilayah Banten, Decy Arifiansyah mengatakan, selama periode Januari hingga Februari 2018, jajarannya berhasil melakukan 26 penindakan. Termasuk mengungkap atas pengiriman minuman beralkohol dari Sumatera.

"Ini modus baru yang kami temui. Petugas di lapangan telah menyita 4 unit truk, 161 batang kayu, 17 lembar fiber, 1700 buah kelapa yang digunakan untuk menutupi minuman keras impor yang diangkut menggunakan truk," ungkapnya di Kantor DJBC Wilayah banten, Jalan Raya Serpong Damai VI, BSD City, Tangerang Selatan, Selasa (6/3/2018).

Dari total 26 penindakan itu, dijelaskan Decy, masing-masing berupa 3 penindakan komoditi tekstil impor, 8 penindakan penyaluran minuman alkohol ilegal, 11 penindakan peredaran tembakau ilegal, 2 penindakan importasi barang modal, dan 2 penindakan atas pengangkutan minuman keras impor ilegal.

"Barang-barang ilegal tersebut terdiri dari 7.743 pcs produk tekstil, 2.903.960 batang hasil tembakau, 14.940 botol minuman keras lokal, serta 13.884 minuman keras impor dengan nilai barang mencapai Rp8 miliar lebih. Dari 26 penindakan itu, kita berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara mencapai lebih dari Rp17 miliar," imbuhnya.

Untuk memastikan agar kasus pengungkapan ini berjalan sesuai ketentuan hukum, Bea Cukai telah melakukan tindak lanjut proses penanganannya.

Pada 3 kasus pelanggaran Kepabeanan berupa pengeluarkan barang subkontrak dari Kawasan Berikat tanpa persetujuan Bea Cukai, telah dikenakan Pasal 45 ayat (3) Undang-Undang (UU) Nomor 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan dan dikenakan sangsi administrasi sebesar Rp375 juta.

Sedangkan 8 kasus pengangkutan dan penyaluran minuman beralkohol merek lokal tanpa memiliki ijin berupa Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai

(NPPBKC) telah dikenakan denda sebesar Rp753 juta lebih, serta 2 kasus pengangkutan minuman keras eks impor tanpa pita cukai dengan modus ditutupi kelapa dan kayu yang saat ini masih proses penyidikan.

"Mereka kita amankan di dua tempat, di pelabuhan Merak, dan di rest area yang berada di Karang Tengah, Tangerang. Tersangkanya 1 orang, dia sebagai pemilik," tukas Decy.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini