nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Tangkap Sindikat Pemalsu Dokumen Negara

Mahesa Apriandi, Jurnalis · Rabu 07 Maret 2018 14:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 07 340 1869130 polisi-tangkap-sindikat-pemalsu-dokumen-negara-FsEUoRo7wQ.jpg Foto: Mahesa/Okezone

SERANG - Polres Serang Kota menangkap tiga pelaku sindikat tindak pidana pemalsuan beragam jenis dokumen. Dokumen yang dipalsukan di antaranya SIM, kartu keluarga, ijazah SMA, ijazah sarjana, hasil UN, KTP, akte kelahiran.

Ketiga tersangka yakni pelaku utama AW alias Odoy yang ditangkap di kontrakannya di Desa/Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, pada 7 Februari silam. Dari hasil pengembangan, polisi juga menangkap tersangka kedua yakni TH yang berperan sebagai pemesan dan tersangka berinisial SS selaku pengirim blangko kosong. Para tersangka akan dijerat dengan KUHP pasal 263 ayat 1 dan ayat 2.

“Pemalsuan dokumen ini terungkap berdasar informasi masyarakat terkait maraknya isu atau info pembuatan dokumen diduga palsu yang bisa dilakukan oleh orang-orang tertentu. Info itu didalami dan ditelusuri. Dan hasilnya kita tangkap tiga pelaku. Kita juga masih melakukan pengembangan dugaan keterkaitan pihak lain dalam kasus ini,” ujar Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin, Rabu (7/3/2018).

Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti di antaranya laptop, printer, mesin laminating, 7 lembar ijazah yang diduga palsu, 5 ijazah asli, 120 stempel beragam instansi, 33 hologram akta keluarga, blanko KTP diduga palsu, tanda pengenal Kemenkumham, dua unit ponsel.

“Pola kerja dari mulut ke mulut. Tersangka AW melaksanakan aksinya di rumah kontrakan di Desa Kramatwatu. Konsumennya tidak hanya dari wilayah Banten. Dari barang bukti ada juga yang berasal Bandung, Sumatera, dan daerah-daerah lain,” ungkapnya.

Komarudin menyatakan, bahwa kasus ini masih didalami, terkait adanya keterlibatan pihak travel dan lising dalam pemalsuan dokumen ini. Tersangka TH ditugaskan mengurus dokumen oleh salah satu travel.

“Tersangka TH ditugaskan membuat dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk pembuatan pasport. Kebanyakan untuk yang akan berangkat umrah. Ada dua oknum leasing yang kita sasar namun masih kita butuhkan pengembangan terkait keterlibatannya,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan Polda Metro Jaya terkait pendalaman sumber blangko.

“Informasi dari SS blangko didapat dari Jakarta,” ujarnya.

Untuk pengungkapan kasus ini penyidik memeriksa tiga orang saksi yang saat penggerebekan ada di kontrakan tersangka akan memesan dokumen.

Tersangka AW mengaku sudah menjalankan aksinya sekitar 2 tahun. Dalam sehari, pelaku bisa menerbitkan dokumen palsu 6 hingga 10 dokumen. Harga setiap dokumen bervariasi antara Rp200 ribu hingga Rp700 ribu per dokumen. Ia mengaku memiliki kemampuan memalsukan dokumen ini secara otodidak.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini