nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

10 Hari Pasca-Gempa Papua Nugini, Jumlah Korban Tewas Mencapai 100 Orang

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Kamis 08 Maret 2018 10:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 08 18 1869530 10-hari-pasca-gempa-papua-nugini-jumlah-korban-tewas-mencapai-100-orang-MAGsSc0dVF.JPG Bantuan sulit disalurkan karena jalan menuju lokasi terdampak gempa terputus akibat longsor (Foto: Reuters)

TARI – Papua Nugini menghadapi tantangan yang tidak mudah untuk memulihkan diri dari musibah gempa dahsyat yang menghantam negara tersebut pada 26 Februari. Perdana Menteri (PM) Peter O’Neill menerangkan, jumlah korban tewas saat ini sudah menembus 100 orang.

Pria berusia 53 tahun itu meninjau langsung dari udara daerah-daerah dataran tinggi yang terkena dampak paling parah dari gempa berkekuatan 7,5 pada skala Richter (SR) tersebut, Rabu 7 Maret. Tinjauan dilakukan setelah wilayah yang sama diguncang gempa susulan 6,5 SR.

“Tidak akan ada pemulihan yang cepat. Kerusakan dari bencana ini membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun untuk diperbaiki,” ujar PM Peter O’Neill di Kota Tari, Provinsi Hela, dinukil dari Reuters, Kamis (8/3/2018).

Jalan-jalan di Tari terputus sehingga menghambat penyaluran bantuan kepada para korban. Satu-satunya jalan adalah lewat jalur udara. Australia dan Selandia Baru sudah mengirimkan helikopter serta pesawat tambahan untuk menyalurkan bantuan berupa makanan, air bersih, dan obat-obatan.

“Tragisnya, gempa bumi di daratan tinggi itu sudah menelan sekira 100 korban jiwa, dengan masih banyak lagi yang hilang dan ribuan lainnya luka-luka,” imbuh Peter O’Neill dalam pernyataan yang diterbitkan Kantor Perdana Menteri Papua Nugini.

BACA JUGA: Jumlah Korban Tewas Gempa Papua Nugini Bertambah Jadi 67 Orang 

Laporan dari Program Pangan Dunia PBB memperkirakan 465 ribu orang terkena dampak bencana gempa tersebut. Dari jumlah tersebut, sekira 143 ribu prang memerlukan bantuan kemanusiaan yang mendesak dan 64 ribu lainnya terancam mengalami musibah kelaparan akibat kelangkaan bahan pangan.

“Sangat sulit mendapatkan informasi yang akurat karena kerusakan jalan dan lokasi wilayah yang terpencil dan kekasaran wilayah, tapi diperkirakan 143 ribu orang telah terkena dampak dan 17 ribu di antaranya mengungsi,” tukas Pejabat Palang Merah Papua Nugini, Udaya Regmi.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini