BNN Kembali Sita 53,9 Kg Sabu & 70 Ribu Pil Ekstasi

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 08 Maret 2018 12:24 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 08 337 1869592 bnn-kembali-sita-53-9-kg-sabu-70-ribu-pil-ekstasi-UrI7YM3vFU.jpg BNN kembali menyita ribuan pil ekstasi dan 50 kg sabu (Foto: Taufik/Okezone)

JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN), berhasil mengungkap enam kasus tindak pidana narkotika pada bulan Februari 2018. Dari pengungkapan itu, BNN berhasil menyita 53,9 kilo sabu dan 70.905 butir pil ekstasi. Barang bukti tersebut diperoleh setelah emngungkap enam kasus.

"Kasus pertama, kita kerjasama dengan Kepolisian Malaysia, berhasil mengamankan 15.053,4 gram sabu dan 70.905 butir ekstasi dari jaringan Malaysia. Kita juga mengamankan empat orang tersangka, berinisial AMD (23), AMZ (26), ZF (35), dan DS (34). Salah satu tersangka, AMZ tewas tertembak karena melakukan perlawanan," ujar Kepala BNN Irjen Heru Winarko kepada wartawan di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (8/3/2018).

Atas perbuatannya, lanjut Heru, para tersangka akan dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1), Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1), Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. "Dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Ia menjelaskan, untuk kasus yang kedua, BNN kembali bekerjasama dengan kepolisian Malaysia berhasil menggagalkan penyelundupan 20.900 gram sabu yang dikemas didalam 20 bungkus kemasan teh Cina. Diketahui sabu tersebut masuk ke Indonesia dari Penang, Malaysia melalui jalur laut.

"Jadi, dari pengungkapan kasus tersebut, BNN mengamankan seorang pria berinisial ED (35) dan DB. Atas perbuatannya, ED dan DB dijerat pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1), Pasal 113 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1), Pasal 112 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) Undanga-undang Narkotika No. 35 tahun," jelasnya.

(Baca Juga: BNN Musnakan 15 Kg Sabu dan Satu Drum Narkoba Cair)

Heru menjelaskan, kasus ketiga yang berhasil diungkap adalah penyelundupan 1.028 gram sabu yang dilakukan oleh dua orang pria berinisial MK (34) dan Ml (32). Kedua tersangka diamankan petugas BNN dan Bea Cukai di Bandara Soekarno Hatta sesaat setelah mendarat dari Medan menuju Jakarta. Tim juga berhasil mengamankan tersangka lainnya bernama FE (30) di Jalan Merdeka Raya, Tangerang.

"Atas perbuatannya, ketiga tersangka terancam Pasal 114 ayat (2) junto Pasal 132 ayat ( 1), Pasal 112 ayat (2) junto Pasal 132 ayat (1) Undang-undang Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup," ungkapnya.

Pada kasus keempat, lanjut Heru, pihaknya bekerjasama dengan Bea Cukai dan TNI AU Bandara Halim, BNN berhasil menggagalkan penyelundupan 1.500 gram sabu dari Banda Aceh. BNN berhasil mengamankan pelaku berinisial MU (32), RA (28) dan MUR (26), AH (33), DR (49).

"Atas perbuatannya para tersangka terancam pasal Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1), Pasal 112 ayat (2) junto Pasal 132 ayat (1) Undang-undang Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup," ujar Heru.

Ia menambahkan, untuk kasus kelima, BNN berhasil menggagalkan penyelundupan 8.362,4 gram sabu yang dilakukan dua orang pria asal Aceh berinisial ZUL (36) dan ZOE (38). Keduanya diamankan saat berada dikamar kos yang terletak dikawasan pesangahan, Jakarta Selatan. Kepada petugas kedua tersangka mengaku diperintah oleh seorang pria berinisial IS (DPO).

"Atas perbuatannya para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat ( 2 ), Jo Pasal 132 ( 1 ), Undang Undang RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman," tegasnya.

Kasus terakhir yang berhasil diungkap, lanjut Heru, adalah diamankannya 5.146,71 gram sabu di Jalan Lintas Timur Sumatera, Lampung Selatan. Dari pengungkapan kasus tersebut, BNN mengamankan dua orang pria berinisial HS dan MY. Dari hasil pengembangan BNN berhasil mengamankan AT di Bandara Internasional Juanda, Surabaya saat hendak bertolak ke Jakarta.

"Kemudian tersangka dan barang bukti diamankan petugas di Kantor BNN Cawang. Atas perbuatannya seluruh tersangka dijerat pasal Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) dan Pasal 112 Ayat (2) Jo. Pasal 132 Ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika," pungkasnya.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini