nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Emak-Emak Diterkam Buaya saat Asyik Cuci Pakaian di Sungai

ant, Jurnalis · Kamis 08 Maret 2018 22:43 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 08 340 1869983 emak-emak-diterkam-buaya-saat-asyik-cuci-pakaian-di-sungai-0CdGXtwyWx.jpg ilustrasi (Foto: Ist)

SAMPIT - Seorang ibu rumah tangga yang sedang mencuci pakaian disambar buaya di Sungai Mentaya, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng).

"Beruntung korban ditolong suaminya. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit," kata Direktur Polairud Polda Kalimantan Tengah Kombes Badarudin di Sampit, Kamis (8/3/2018).

Korban sambaran buaya tersebut adalah Jumi (49) warga Desa Ganepo Kecamatan Seranau. Desa ini berada di seberang sungai dari Markas Polairud Polda Kalimantan Tengah di Desa Pelangsian Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Sekitar pukul 18.00 WIB, Jumi dan suaminya Edi (50), sedang berada di lanting yang sekaligus berfungsi sebagai dermaga penyeberangan. Ini merupakan rutinitas setiap hari karena warga masih mengandalkan sungai, khususnya untuk mandi, mencuci dan buang hajat.

Pasutri itu tidak curiga meski warga sudah sering melihat kemunculan buaya di kawasan itu. Bahkan, di perairan itu juga pernah terjadi buaya menyambar warga.

Saat hendak menyelesaikan cuciannya, keduanya tidak menyadari kemunculan buaya karena hari mulai gelap. Dengan cepat buaya menyambar tangan kiri korban dan berusaha menariknya ke dalam sungai.

Suami korban yang mendengar teriakan sang istri, langsung berusaha melepaskan gigitan buaya. Upaya pria yang berprofesi sebagai motoris kelotok penyeberangan itu akhirnya berhasil dan buaya tersebut menjauh ke dalam sungai.

"Korban sempat dibawa ke RSUD dr Murjani untuk mendapatkan pertolongan. Saat ini korban mungkin sudah pulang ke rumahnya," kata Badarudin.

Setahun terakhir, kemunculan buaya dan kasus terkaman buaya makin meningkat. Badarudin mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sungai agar tidak menjadi korban terkaman buaya Sungai Mentaya.

Berdasarkan catatan, Desember 2017 terjadi dua kasus sambaran buaya, yakni seorang perempuan di Samuda Kecamatan Mentaya Hilir Selatan yang disambar buaya saat mencuci pakaian dan seorang pria di Desa Sungai Paring Kecamatan Cempaga saat berwudhu.

Mereka berhasil lolos dari maut setelah mencolok mata dan memukul kepala buaya sehingga buaya melepaskan gigitannya. Serangan buaya diduga terjadi akibat buaya kelaparan karena kian sulit mendapat makanan sehingga menyerang hewan ternak dan manusia.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini