nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menteri Nasir: Kompetensi Lulusan Harus Sesuai Kebutuhan Industri

Susi Fatimah, Jurnalis · Kamis 08 Maret 2018 14:13 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 08 65 1869554 menteri-nasir-kompetensi-lulusan-harus-sesuai-kebutuhan-industri-DtiMGwTgSd.jpg Foto: Dok Kemristekdikti

YOGYAKARTA - Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah dunia. Begitu pula dunia industri mengalami hal yang sama. Kini, tantangan semakin berat sebab dunia telah memasuki era revolusi industri 4.0. Indonesia pun terkena dampak dari revolusi industri tersebut. Perkembangan teknologi semakin canggih. Pola gerak industri mulai menekankan pada pola ekonomi digital, kecerdasan buatan, dan teknologi robotik.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan untuk menghadapi tantangan tersebut, pengajaran di perguruan tinggi dituntut untuk bisa menghasilkan lulusan yang kompetensinya sesuai dengan kebutuhan industri. Revolusi digital ditandai dengan disrupsi digital yang harus disikapi. Untuk bisa bertahan dari revolusi ini, diperlukan kesiapan sumber daya manusia. Revolusi industri 4.0 juga membutuhkan sistem produksi yang inovatif dan berkelanjutan.

"Dengan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri, lulusan diharapkan akan mampu menjawab kebutuhan industri terutama di bidang perkebunan dan kehutanan yang juga turut berubah seiring revolusi digital," ujar Nasir pada Kuliah Umum dan Peresmian Gedung Grha Instiper yang diterima dalam siaran persnya.

Ia mengharapkan dengan model “university-industry partnership” yang telah diterapkan Instiper saat ini dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi tinggi. Sebagai pionir dalam pendidikan perkebunan dan pertanian, seluruh program pendidikan di Instiper diarahkan untuk selalu sesuai dengan kebutuhan industri masa kini dan masa depan.

Rektor Instiper Purwadi mengatakan pihaknya siap untuk menghadapi era revolusi industri 4.0 dan menjawab tantangan kemajuan zaman dengan pendidikan berbasis “university-industry partnership”.

"Dengan model tersebut alumni akan dibekali dengan keterampilan di bidang agro technology, forest management and technology, agro technic, agro technology and process, agro business, serta agro information technology," jelas Purwadi.

Purwadi meyakini dengan model pendidikan seperti itu kompetensi lulusannya akan siap bersaing di dunia industri. Kompetensi yang dimiliki itulah yang menjadi bekal bagi para lulusan perguruan tinggi untuk masuk dalam pasar tenaga kerja.

"Sejatinya, kalau mau pendidikan berbasis kompetensi, mesti menggunakan pendekatan model university industry partnership," ujar Purwadi.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini