nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dosen ITS Ciptakan Alat Deteksi Pernapasan dari Serat Optik

Shara Nurachma, Jurnalis · Kamis 08 Maret 2018 14:38 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 08 65 1869691 dosen-its-ciptakan-alat-deteksi-pernapasan-dari-serat-optik-IGq2AWLb34.jpg Foto: Dok ITS

JAKARTA - Dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya membuat inovasi sensor pendeteksi ragam pernapasan dengan serat optik sebagai bahan utama. Alat yang diberi nama Senapas (Serat Optik untuk Napas) ini diciptakan oleh Agus Muhamad Hatta ST MSi PhD bersama Laboratorium Rekayasa Fotonika Departemen Teknik Fisika ITS.

Serat optik ini diletakkan dalam masker oksigen yang terhubung dengan Liquid Crystal Display (LCD). Penggunaan serat optik sebagai sensor dapat mengukur kualitas pernapasan secara langsung dari masker oksigen yang dikenakan ke monitor display. Serat optik memiliki bobot yang ringan, kecil, dan praktis sehingga dapat digunakan kapan pun dan di mana pun. Selain itu, sifat serat optik juga kebal terhadap medan elektromagnetik, sehingga aman digunakan di lingkungan Magnetic Imaging Resonance (MRI).

Indeks bias kaca yang lebih besar dari indeks bias udara menyebabkan cahaya dalam serat optik tidak akan keluar atau bocor dan juga akan mempercepat transmisi serat optik. Serat optic memang sangat bagus digunakan sebagai saluran komunikasi.

Indonesia memang sudah memiliki alat deteksi pernapasan, namun masih berupa sistem analog. Bahan elektroda yang digunakan sebagai sensor juga kurang baik dalam medan beradiasi seperti MRI.

”Ukuran alatnya juga masih besar. Di sini, saya dan tim hanya ingin menawarkan solusi atas masalah tersebut,” tutur Agus Muhamad Hatta seperti dilansir dari laman Unair, Kamis (8/3/2018).

Agus menguji kelayakan alat ini kepada beberapa pihak medis dan mengujicobakannya ke mahasiswa. Menurutnya, alat ini sudah bekerja cukup baik namun masih butuh beberapa perbaikan dari segi kemasan. Ia juga mengaku masih terkendala biaya sistem penampil datanya yang cukup mahal dan juga mendapat bahan baku komponen karena minimnya industri elektronika di Indonesia. Ia sangat berharap alat buatannya ini dapat dikomersilkan secara bebas meskipun nilai jual alat ini cukup mahal.

Alat pendeteksi pernapasan memang penting untuk analisa kedokteran atau analisa psikologi. Tak hanya itu, ketahanan pekerja juga bisa dilihat dengan alat ini.

“Dalam industri pertambangan contohnya, kondisi penambang yang ada di bawah tanah bisa diamati dengan alat deteksi pernapasan ini secara langsung. Mendeteksi kondisi kebugaran atlet, atau kasus-kasus lain,” jelasnya.

Serat optik sendiri adalah saluran transmisi sejenis kabel yang terbuat dari kaca atau plastik. Alat ini sangat halus, diameternya kurang lebih 120 mikrometer, ukurannya lebih tipis dari sehelai rambut. Kabel tipis ini dapat digunakan untuk menghantarkan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Sumber cahaya yang digunakan biasanya adalah laser atau Light-Emitting Diode (LED).

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini