Simak Regulasi Penerimaan PTN Berikut Ini!

Shara Nurachma, Jurnalis · Kamis 08 Maret 2018 17:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 08 65 1869737 simak-regulasi-penerimaan-ptn-berikut-ini-YNUz1wqJ5e.jpg Foto: Dok ITS

JAKARTA - Penting untuk kamu mengetahui alur-alur penerimaan masuk PTN dan tahu jenis-jenis jalur masuk yang diberikan pemerintah, selain SNMPTN, masih ada SBMPTN, jalur mandiri, dan PBSB yang merupakan jalur khusus yang disediakan Kementerian Agama kepada siswa pesantren.

Tahapan awal jalur penerimaan mahasiswa baru di PTN adalah Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Dimulai dari seleksi per sekolah dengan ketentuan pendaftar sesuai dengan akreditasi sekolah. Dalam halaman web SNMPTN disebutkan regulasi akreditasi sekolah, apabila akreditasi A maka sekolah mampu mengirim perwakilan hingga 50% dari jumlah siswa total. Untuk akreditasi B, sekolah bisa mengirim perwakilan 30 %, sedangkan akreditasi C hanya berhak 10 %, dan apabila belum terakreditasi maka hanya dapat mengirim 5% dari jumlah siswanya. Ini seperti yang dikatakan Siti Machmudah, anggota tim penerimaan mahasiswa baru kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dalam laman ITS.

Setelah seleksi sekolah berdasarkan akreditasi, siswa akan memilih PTN dan jurusan favoritnya. Siswa dapat memilih satu jurusan atau lebih dengan ketentuan yang ada. Siswa juga dianjurkan memasukan beberapa sertifikat prestasinya. Selanjutnya, data-data tersebut akan melalui proses seleksi panjang dan akan ada juga seleksi di pusat PTN. Di pusat perguruan tinggi akan diseleksi indeks sekolah, seperti (ITS) Surabaya contohnya, yang hanya menerima indeks sekolah diatas 0.7.

Setelah masing-masing PTN menyeleksi sekolah, selanjutnya data akan dikirim ke jurusan masing-masing. Pada tahap ini akan diseleksi kemampuan siswa di antaranya akademik siswa dan organisasi. Akademik siswa meliputi nilai rapor kelas 1 SMA Hingga kelas 3 SMA semester 1 dan seleksi yang terakhir adalah riwayat siswa dalam juara perlombaan atau organisasi.

Menurut Siti Machmudah, SNMPTN sendiri mempunyai jatah hanya 30% dari jumlah keseluruhan mahasiswa satu angkatan. Sedangkan untuk SBMPTN mempunyai jatah 40%, dan sisanya adalah untuk tes mandiri.

Berbeda dengan tahun 2016 yang menyediakan jatah SNMPTN sebanyak 40% , peraturan berubah karena mengikuti peraturan pemerintah tentang minimum SNMPTN yang menjadi 30% dari jumlah mahasiswa satu angkatan dalam satu jurusan.

Mengetahui informasi terkait SNMPTN ini amat penting agar siswa dan guru tidak terjebak menunggu berita penerimaan SNMPTN dan bisa belajar untuk SBMPTN.

SBMPTN sendiri merupakan tes yang susah dan punya persaingan ketat di mata siswa SMA. Indeks ketetatan dipengaruhi banyaknya peminat namun yang diterima sangatlah sedikit. Oleh karena itu, apabila seorang siswa tidak diterima SNMPTN maka solusi yang ditawarkan agar bisa merasakan bangku perkuliahan menurut Machmudah adalah memilih jurusan dengan indeks ketetatan yang tidak terlalu tinggi.

Jalur yang terakhir yakni tes mandiri. Setiap perguruan tinggi mempunyai hak untuk membuka jalur khusus, yakni jalur mandiri. Beberapa perguruan tinggi negeri memiliki sebutan yang berbeda seperti, SIMAK UI, UTUL UGM, UM UNDIP, SMITS, dan sebagainya.

Tujuan jalur mandiri ini adalah agar siswa yang tidak lulus di kedua jalur penerimaan sebelumnya masih memiliki harapan untuk merasakan bangku perkuliahan di perguruan tinggi negeri. Ada satu lagi jalur khusus dari Kementrian Agama (Kemenag) yakni PBSB. Jalur ini dikhususkan untuk siswa pondok pesantren yang terdaftar di Kemenag.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini