nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terkesan Berlarut-larut, Komnas HAM Bentuk Tim Pemantauan Kasus Novel

Muhamad Rizky, Jurnalis · Jum'at 09 Maret 2018 16:21 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 09 337 1870325 terkesan-berlarut-larut-komnas-ham-bentuk-tim-pemantauan-kasus-novel-jnBSLEcmHI.jpg Komnas HAM Bentuk Tim Pemantauan Kasus Novel Baswedan (foto: Rizky/Okezone)

JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) membentuk tim pemantauan kasus Novel Baswedan. Tim pemantauan ini dibentuk setelah melihat penangan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu berlarut-larut.

"Berdasarkan hasil pantauan Komnas HAM, penanganan kasus Novel Baswedan terkesan berlarut-larut. Komnas HAM mencatat bahwa penanganan kasus ini telah memasuki hari ke-333 namun belun juga mendapatkan titik terang," kata Ketua Tim Pemantauan Kasus Novel Baswedan, Sandrayati Moniaga yang juga Wakil Ketua Bidang Eksternal Komnas HAM di Kantornya, Jakarta Pusat, Jumat, (9/3/2018).

Didampingi Istri Tercinta, Novel Baswedan Tiba di Tanah Air

(Baca Juga: Wapres JK Minta Polri Serius Tuntaskan Kasus Novel Baswedan)

Menurutnya, sebagaimana diatur dalam UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM khususnya Pasal 89 terkait pelaksanaan fungsi tim pemantauan dan guna mendorong percepatan penanganan kasus Novel. Nantinya, kata Sandrayati, tim akan melakukan pengumpulan dokumen, dan memantau hasil pembentukan tim yang sebelumnya telah dibentuk dan memeriksa para saksi baik dari pihak kepolisian maupun pihak yang terkait.

"Proses yang dijalanin seperti biasa kami mengumpulkan berbagai dokumen, kami juga mempelajari hasil dari pemantauan tim yang lalu yang sudah dibentuk pada tahun 2017, kemudian juga kami mendengarkan keterangan dari pihak-pihak yang terkait baik dari saudara Novel, para saksi, juga rekan-rekan dari kepolisian dan dari sumber lainnya," paparnya.

Nantinya sambung Sandrayati, setelah melakukan pengumpulan berkas dari pemeriksaan dokumen maupun para saksi akan dibuat suatu rekomendasi dan diserahkan kepada pihak yang terkait.

"Dan pada akhirnya tim akan membuat suatu laporan dan rekomendasi tertulis kepada pihak terkait," ungkapnya.

Belum Juga Terungkap, Pelaku Penyiraman Air Keras terhadap Novel Baswedan

"Rekomendasi Komnas HAM memang berdasarkan UU suatu hal yang harus ditaati pemerintah, dalam hal ini kalo kuat atau tidak kuat tergantung pada political will dan keseriusan pemerintah merespons apa yang kami sampaikan," tambanhya.

Lebih jauh Ia mengungkapkan, tim pemantauan kasus Novel Baswedan dibentuk oleh Komnas HAM melalui rapat paripurna pada bulan Februari lalu. Dimana banyak sekali dorongan dari masyarakat untuk meminta menyelesaikan kasus ini.

"Ada keluarga dan sebagian kawan-kawan juga yang datang ke Komnas HAM dan meminta dari perspektif HAM," jelasnya.

Sedikitnya ada tujuh orang yang tergabung dalam tim pemantauan kasus Novel Baswedan. Ketujuh orng tersebut merupakan perwakilan daipada masyrakat, tokoh, dan Komnas HAM itu sendiri. Adapun ketujuh orang tim tersebut yakni, Ketua Tim Sandrayati Moniaga, Ahmad Taufan Damanik, M Choirul Anam, Frans Magnis Suseno, Abdul Munir Mulkam, Alissa Wahid, dab Bivitri Susanti.

(Baca Juga: Kapolri Akan Temui Jokowi Sampaikan Perkembangan Kasus Novel Baswedan)

Diketahui sebelumnya, peristiwa penyiraman air keras terhadap wajah Novel Baswedan terjadi sebelas bulan lalu tepatnya 11 April 2017. Namun hingga pelaku penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu belum terungkap.

Novel Baswedan disiram air keras oleh dua orang seusai menunaikan Salat Subuh di masjid di dekat rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Hingga saat ini polisi masih menyelidiki kasus tersebut.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini