nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mahasiswa Ciptakan Pengontrol Kematangan Buah dari Limbah Rumput Laut

Shara Nurachma, Jurnalis · Senin 12 Maret 2018 11:08 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 09 65 1870304 mahasiswa-ciptakan-pengontrol-kematangan-buah-dari-limbah-rumput-laut-9L5ANKFjKH.jpg Foto: Dok IPB

JAKARTA - Mahasiswa Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Pertanian Bogor (IPB), Athiyyah Khayyirah dan Achmad Fauzi menciptakan inovasi pengontrol pematangan buah berupa sebuah kotak berbahan adsorben limbah padat rumput laut dan diberi nama Gradiumbox. Nama Gradium merupakan singkatan dari nama limbah rumput laut yang digunakan, yakni Gracillaria sp. dan Gellidium sp.

Pembuatan Gradiumbox pengontrol kematangan buah ini dimulai dengan mengambil selulosa limbah rumput laut untuk dikeringkan selama lima hari atau hingga kandungan air dalam limbah kering. Selanjutnya, limbah disaring untuk menghilangkan partikel kotor seperti debu, dan kemudian dicampur dengan beberapa cairan seperti asam sitrat dan akuades dengan perbandingan tertentu. Ketika adonan limbah dan cairan sudah jadi, dibuatlah adonan tersebut menyerupai tablet dengan ketebalan 5 mm dan dioven dengan suhu 85-90 derajat celcius selama lima jam.

“Limbah padat rumput laut kami ambil dari PT Agar Swallow. Selesai semua tahap tersebut, adsorben kami letakkan di dasar sebuah box balok lalu ditutup dengan sekat. Di atas sekat itulah buah-buah dikontrol pematangannya. Selain itu, di atas buah-buah juga diberi silikagen untuk menyerap air dari buah. Kalau adsorben bertugas menyerap gas etilen yang menyebabkan pembusukan buah. Dengan begitu, buah tidak cepat busuk,” jelas Achmad Fauzi seperti dilansir laman IPB, Senin (12/3/2018).

Inovasi ini dibuat untuk memudahkan petani dan orang-orang yang juga bekerja di sektor pertanian khususnya buah-buahan agar dapat mendistribusikan buahnya dalam keadaan segar kepada konsumen tanpa pengawetan menggunakan zat kimia berbahaya.

“Hasil pertanian saat ini contohnya seperti pisang sebanyak 20-30% itu terbuang busuk. Agar tahan lama, maka kami membuat teknologi dengan bahan limbah padat rumput laut yang dikeringkan dan diolah menjadi adsorben,” ungkap Fauzi.

Kedua mahasiswa IPB ini berharap inovasi mereka bisa membantu petani ikut memajukan pertanian Indonesia dan menyongsong Indonesia Emas di tahun 2045 nanti.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini