nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tagih Janji Uang Gratis, Warga Italia Antre di Kantor Pajak

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Sabtu 10 Maret 2018 18:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 10 18 1870740 tagih-janji-uang-gratis-warga-italia-antre-di-kantor-pajak-MknQwYwJwa.JPG Ketua Partai Gerakan Bintang 5, Luigi Di Maio (Foto: Ciro De Luca/Reuters)

ROMA – Puluhan warga Italia rela berdiri mengantre di depan kantor-kantor pajak demi uang tunjangan yang dijanjikan oleh Partai Gerakan Bintang 5. Janji itu dilontarkan Ketua Partai Gerakan Bintang 5, Luigi di Maio, dalam kampanye jelang pemilihan umum (pemilu) yang digelar 4 Maret.

Partai yang mengklaim anti-kemapanan itu menjanjikan upah minimum universal bagi para pengangguran senilai EUR700-3.000 (setara Rp11,8-50,8 juta) per bulan. Sebagai informasi, Partai Gerakan Bintang 5 meraih 33% suara dalam pemilu tersebut.

“Gerakan Bintang 5 sudah menang. Berikan kami formulir untuk menerima upah minimum itu,” ujar seorang pengantre di kantor pajak wilayah Giovinazzo, dekat Bari, Italia, melansir dari Straits Times, Sabtu (10/3/2018).

Jumlah suara tersebut memastikan Gerakan Bintang 5 menjadi satu-satunya partai tunggal tanpa koalisi dengan raihan terbesar. Namun, perolehan itu belum cukup untuk membentuk pemerintahan baru yang minimal harus meraih 40% kursi di parlemen. Rakyat tidak peduli dengan kebuntuan politik tersebut.

Sejak awal pekan lalu, sedikitnya 50 orang juga muncul di kantor pajak lainnya di Bari guna mencari informasi mengenai realisasi janji tersebut. Namun, mereka harus menelan kekecewaan karena otoritas perpajakan setempat mengaku belum mendapatkan formulir yang diminta.

Situasi serupa juga ditemui di Palermo. Akan tetapi, kantor pajak di kota tersebut memiliki respons yang lebih kejam. “Kami tidak menawarkan upah minimum universal,” tulis kantor pajak tersebut di sebuah papan.

Janji Partai Gerakan Bintang 5 itu mampu merebut hati para pemilih berusia muda di Italia. Sebab, tingkat pengangguran di Negeri Pizza untuk rentang usia 25-34 tahun sudah mencapai 17%.

Lawan-lawan politik mencibir janji yang diutarakan Partai Gerakan Bintang 5 tersebut. Mereka menyebut janji itu adalah hadiah bagi para pemalas. Menurut estimasi media, kebijakan Partai Bintang 5 itu akan membutuhkan dana EUR15 miliar (setara Rp254 triliun), sebuah beban tambahan bagi negara yang sedang dililit utang seperti Italia.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini