Lewat Garam, Mahatma Gandhi Rintis Perjuangan Kemerdekaan India

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Senin 12 Maret 2018 06:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 11 18 1871003 lewat-garam-mahatma-gandhi-rintis-perjuangan-kemerdekaan-india-7BIqSGXsfD.jpg Mohandas Gandhi berjalan sejauh 378 kilometer bersama 78 orang pengikutnya (Foto: Getty Images)

BUTIRAN garam bisa mengubah nasib sebuah negara, dari terjajah menjadi merdeka. Cerita tersebut benar-benar terjadi di India yang berjuang untuk merdeka dari penjajahan Inggris. Adalah Mohandas Karamchand Gandhi atau Mahatma Gandhi yang menggagas pemberontakan lewat butiran garam.

Gandhi memulai perjuangannya tepat pada 12 Maret 1930 ketika memimpin pergerakan massa ke wilayah pesisir pantai. Aksi tersebut dilakukan untuk menentang monopoli garam yang dilakukan penjajah Inggris.

Melansir dari History, Senin (12/3/2018), penjajah Inggris memberlakukan Undang-Undang Monopoli Garam guna melarang warga India mengumpulkan atau menjual hasil laut tersebut. Padahal, garam adalah salah satu bahan makanan pokok di India. Penduduk dipaksa membeli garam dari Inggris tetapi di saat bersamaan melakukan monopoli terhadap produksi serta penjualan dengan mengenakan pajak yang tinggi.

Mohandas Gandhi beralasan, dengan tidak mematuhi undang-undang monopoli tersebut, maka India dapat memutus peraturan tersebut tanpa kekerasan. Ia kemudian mendeklarasikan perlawanan dengan memberi tema, satyagraha, atau pembangkangan sipil secara massal.

Bersama 78 orang pengikutnya, Gandhi bertolak dari Sabarmati menuju Kota Dandi yang berjarak 378 kilometer (km) yang terletak di pesisir Laut Arab. Selama perjalanan, Mohandas Gandhi mengajak massa dalam jumlah banyak hingga makin meningkat setiap hari.

Sesampainya di Dandi pada 5 April 1930, puluhan ribu orang ikut serta dalam kampanye satyagraha. Gandhi lantas memimpin doa bersama pada pagi hari sebelum memproduksi garam. Namun, langkahnya itu sempat dihalang-halangi oleh polisi dengan cara menghancurkan deposit garam ke dalam lumpur.

Gandhi berhasil mengambil sebongkah garam natural dari rumput tersebut. dengan begitu, undang-undang monopoli Inggris berhasil dilawan. Ribuan orang di Dandi lantas mengikuti jejak Gandhi dengan memproduksi garam. Aksi perlawanan meluas hingga ke Bombai dan Karachi.

Tak butuh waktu lama, jutaan orang ambil bagian dalam kampanye satyagraha. Otoritas Inggris tidak tinggal diam dan menahan lebih dari 60 ribu orang, termasuk Mohandas Gandhi yang ditangkap pada 5 Mei 1930. Tokoh boleh ditangkap, tetapi ide tidak mati. Kampanye satyagraha terus berlanjut.

Terinspirasi dari Gandhi, penyair Sarojini Naidu memimpin 2.500 orang melakukan pemberontakan di Pabrik Garam Dharasana pada 21 Mei. Polisi mencegah aksi dengan melakukan kekerasan hingga terekam oleh wartawan Amerika Serikat (AS), Webb Millter. Rekaman itu memicu keprihatinan dunia internasional terhadap kebijakan Inggris di India.

Mohandas Gandhi akhirnya dibebaskan pada Januari 1931. Ia kemudian bertemu dengan Lord Irwin, perwakilan Kerajaan Inggris di India. Gandhi sepakat menghentikan satyagraha dengan imbalan peran yang setara dalam negosiasi di Konferensi London untuk menentukan masa depan India.

Gandhi berangkat ke London pada Agustus 1931 sebagai perwakilan tunggal dari Kongres Nasional India. Konferensi boleh berakhir mengecewakan bagi India, tetapi Inggris terlanjur menganggap Gandhi sebagai kekuatan yang tidak bisa ditekan atau diabaikan.

Kerja kerasnya baru berbuah belasan tahun kemudian. Inggris akhirnya mengakui kemerdekaan India pada Agustus 1947. Nahas bagi Mohandas Gandhi, ia justru tewas ditembak ekstremis Hindu kurang dari enam bulan setelah India merdeka.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini