Share

Jepang Suntik Dana Rp38,7 Miliar untuk Inspeksi Nuklir Korut

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Senin 12 Maret 2018 00:02 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 11 18 1871067 jepang-suntik-dana-rp38-7-miliar-untuk-inspeksi-nuklir-korut-HLVa1puN8r.jpg Tim inspeksi dari Korea Selatan yang tergabung IAEA saat meninjau Nyongbyon pada 2009 (Foto: AFP)

TOKYO – Pemerintah Jepang dilaporkan siap membiayai Badan Energi Atom Internasional (IAEA) jika ingin menginspeksi fasilitas-fasilitas nuklir Korea Utara. Tokyo siap menggelontorkan uang senilai 300 juta yen (setara Rp38,7 miliar) jika Pyongyang sepakat untuk ditinjau oleh IAEA.

Tawaran itu diajukan setelah Korea Utara menyatakan komitmen untuk mengambil tindakan guna meninggalkan program senjata nuklir mereka. Jepang dan Amerika Serikat (AS) memandang inspeksi IAEA sebagai langkah pertama dari denuklirisasi Semenanjung Korea.

Melansir dari Japan Times, Senin (12/3/2018), Jepang berencana membayar seluruh biaya inspeksi awal senilai 300-400 juta yen untuk meninjau Kompleks Nuklir Nyongbyon milik Korea Utara. Fasilitas tersebut diketahui memiliki pabrik pengayaan uranium, reaktor, dan fasilitas pengisian bahan bakar.

Tidak hanya itu, Negeri Matahari Terbit juga siap membayar jika sewaktu-waktu biaya inspeksi itu membengkak apabila ditemukan fasilitas nuklir lainnya.

Menteri Luar Negeri Jepang, Taro Kono, dan Direktur Jenderal IAEA, Yukiya Amano, sepakat pada Februari di Wina, Austria, untuk bekerja lebih erat dengan harapan inspeksi ke fasilitas nuklir Korea Utara dihidupkan kembali. IAEA tidak lagi mendapat akses langsung ke fasilitas nuklir Korea Utara sejak April 2009 ketika negara serta tertutup itu mengusir perwakilannya.

Badan nuklir di bawah PBB itu sudah membentuk tim inspeksi khusus Korea Utara pada Agustus 2017 jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Maksud pembentukan tersebut adalah agar inspeksi bisa langsung dilakukan jika ada kesepakatan yang tercapai.

Jepang diharapkan dapat bekerja sama dengan AS serta Korea Selatan untuk menyusun peta jalan bagi denuklirisasi Korea Utara sesuai dengan pernyataan bersama pada September 2005 yang dihasilkan dari perundingan enam negara yang mengikutsertakan China dan Rusia.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini